SERGAI, ARKAMEDIA – Harapan keluarga kurang mampu untuk memperoleh akses pendidikan gratis melalui Program Sekolah Rakyat (SR) pupus. Seorang warga Desa Pekan Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), mengaku kecewa setelah anaknya tidak lolos seleksi masuk Sekolah Rakyat, meski keluarganya tercatat sebagai penerima bantuan sosial dan masuk kategori desil 1.
Keluhan tersebut disampaikan Indra KM kepada wartawan, Senin (6/7/2026). Ia mengatakan anak kandungnya, Siti Nur Aini, gagal diterima sebagai peserta didik baru tingkat SMA di Program Sekolah Rakyat.
Menurut Indra, keluarganya selama ini merupakan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas, ia berharap anaknya dapat melanjutkan pendidikan melalui program tersebut.
«”Anak saya tidak lulus Sekolah Rakyat. Kami penerima PKH dan BPNT, termasuk desil 1. Anak saya sedih karena tidak diterima masuk tingkat SLTA,” ujar Indra.»
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari pendamping PKH Desa Pekan Sialang Buah, nama anaknya sempat masuk dalam daftar calon peserta. Namun, setelah proses verifikasi dan seleksi selesai, anaknya dinyatakan tidak lolos.
«”Katanya nama anak saya terdaftar, tapi setelah proses verifikasi dan pendataan, ternyata gagal. Kami juga masih tinggal di rumah kontrakan,” katanya.»
Indra mengaku seluruh tahapan pendataan telah diikuti, termasuk kunjungan petugas ke tempat tinggalnya. Namun, hasil akhir tetap tidak berpihak kepada keluarganya.
«”Sudah didata, tapi katanya saingan banyak. Anak saya sampai menangis karena tidak tahu lagi mau sekolah ke mana. Biaya juga tidak ada,” ungkapnya.»
Ia berharap pemerintah dapat mengevaluasi mekanisme seleksi Program Sekolah Rakyat agar lebih terbuka dan benar-benar memberikan kesempatan kepada keluarga yang memenuhi kriteria sebagai masyarakat miskin ekstrem.
Program Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan gratis berasrama yang diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem kategori desil 1 dan desil 2. Program tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.
Di Kabupaten Serdang Bedagai, pembangunan Sekolah Rakyat masih berlangsung. Lokasinya berada di kawasan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan–Tebing Tinggi, tepatnya di Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah.
Sementara itu, Pendamping PKH Desa Pekan Sialang Buah, Nurjanah, membenarkan bahwa proses seleksi dilakukan melalui mekanisme rapat pleno yang melibatkan sejumlah instansi terkait.
“Sebelumnya sudah ada rapat pleno yang dihadiri Dinas Sosial, BPS, Dinas Pendidikan, dan PKH. Saya mengajukan lima siswa, namun yang diterima hanya satu orang, yaitu seorang anak yatim piatu,” jelasnya.
Nurjanah mengatakan anak Indra masih memiliki peluang apabila terdapat peserta yang mengundurkan diri atau kuota bertambah.
“Mungkin bisa masuk daftar tunggu,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kuota penerimaan Program Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Serdang Bedagai masih terbatas, yakni 90 siswa jenjang SMA, 90 siswa jenjang SMP, dan 60 siswa jenjang SD.
(Tim)
