SERDANG BEDAGAI, ARKAMEDIA.id — Ketersediaan pupuk bersubsidi jenis Urea dan NPK di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) pada Juni 2026 dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan petani.
Kepastian tersebut diperoleh setelah awak media melakukan observasi lapangan dan mengonfirmasi sejumlah pihak terkait menyusul adanya isu kelangkaan pupuk bersubsidi, khususnya pupuk Urea, pada awal musim tanam di beberapa wilayah Kabupaten Sergai.
Menurut Direktur CV Bedagai Agro Sejati (BAS), Rismauli br Nadeak, selaku distributor pupuk bersubsidi di Kabupaten Sergai, memastikan stok pupuk bersubsidi saat ini dalam kondisi aman.
Menurutnya, sempat terjadi gangguan pasokan akibat terganggunya produksi pupuk Urea di pabrik yang berada di Lhokseumawe, Aceh, karena terdampak bencana alam. Namun kondisi tersebut kini telah teratasi.
“Pada awal Mei lalu telah masuk pasokan pupuk Urea subsidi dari Kalimantan Timur sebanyak 26.000 ton. Hari ini juga telah sandar kapal yang membawa sekitar 25.000 ton pupuk Urea subsidi. Dengan demikian, stok pupuk Urea untuk Sergai dipastikan mencukupi kebutuhan petani,” jelas Rismauli, Jumat (5/6/2026).
Ia menambahkan, untuk pupuk NPK bersubsidi juga telah tersedia karena produksi dari pabrik di Aceh telah kembali berjalan normal.
“Kami telah memprioritaskan kebutuhan petani Sergai, terutama pada masa awal tanam. Untuk pupuk NPK yang digunakan pada tahap pemupukan berikutnya juga sudah disiapkan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rismauli mengingatkan seluruh agen penyalur dan Pengecer Pupuk Tersubsidi (PPTS) agar mendahulukan petani yang telah terdaftar dalam sistem penerima pupuk bersubsidi melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
“Petani yang belum terdaftar dalam RDKK sebaiknya tidak dilayani terlebih dahulu karena penyaluran pupuk subsidi dilakukan berdasarkan data yang telah terverifikasi melalui sistem i-Pubers. Bagi petani yang belum terdaftar, silakan mengurus pendaftaran melalui ketua kelompok tani atau Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL),” tegasnya.
Rismauli juga meminta seluruh PPTS di wilayah Sergai untuk aktif berkoordinasi dan segera melaporkan apabila menemukan kendala dalam proses distribusi pupuk bersubsidi.
“Kami selalu membuka komunikasi dengan para penyalur. Jika ada kendala dalam pendistribusian pupuk bersubsidi, jangan ragu untuk segera melaporkannya kepada kami agar dapat segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.
Salah seorang penyalur pupuk bersubsidi di Desa Bingkat, Kecamatan Pegajahan, Hardi, mengakui bahwa terdapat sejumlah petani yang mengalami kesulitan memperoleh pupuk subsidi. Namun, menurutnya, kondisi tersebut umumnya dialami oleh petani yang belum terdaftar dalam kelompok tani penerima pupuk bersubsidi.
“Yang mengalami kesulitan membeli pupuk biasanya petani yang tidak terdaftar dalam keanggotaan kelompok tani. Untuk petani yang sudah masuk dan terdaftar, sejauh ini tidak ada masalah. Harga pupuk juga masih mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) sesuai ketentuan pemerintah,” ujar Hardi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
(Red)
