PANAI HULU, ARKAMEDIA.id – Maraknya peredaran narkotika jenis sabu di Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, kian meresahkan masyarakat. Aktivitas para pengedar disebut semakin terbuka dan diduga telah menyasar lingkungan padat penduduk di sejumlah desa.
Nama RS alias “Kojek”, yang disebut-sebut warga sebagai terduga pengendali jaringan peredaran sabu di wilayah tersebut, kini menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Warga menilai peredaran narkoba di Desa Cinta Makmur dan Desa Teluk Sentosa sudah berada pada tahap mengkhawatirkan karena dinilai dapat merusak generasi muda.
Seorang ibu rumah tangga warga Desa Cinta Makmur mengaku resah dengan aktivitas peredaran sabu yang disebut berlangsung hampir tanpa henti, baik siang maupun malam hari.
“Sudah sangat meresahkan. Aktivitas jual beli sabu seperti bebas terjadi, bahkan hingga larut malam masih banyak keluar masuk orang yang diduga pengguna narkoba,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (19/05/2026), sembari meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Ia mengkhawatirkan dampak narkoba terhadap para remaja di lingkungan tempat tinggalnya yang disebut mulai banyak terpengaruh penyalahgunaan sabu.
“Kalau terus dibiarkan, generasi muda bisa hancur. Sekarang saja sudah banyak anak-anak muda yang terpengaruh,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga Desa Teluk Sentosa. Mereka mengaku geram karena aksi para pengguna narkoba kerap berdampak pada meningkatnya tindak pencurian di lingkungan masyarakat.
Menurut warga, sejumlah barang milik masyarakat hingga fasilitas pendidikan disebut pernah menjadi sasaran pencurian yang diduga dilakukan oleh pecandu narkoba demi mendapatkan uang untuk membeli sabu.
“Barang-barang yang bisa dijual sering hilang dari rumah warga. Bahkan beberapa waktu lalu sekolah dasar di sini kehilangan pengeras suara aktif,” ujar seorang warga Dusun VII Desa Teluk Sentosa.
Warga juga menyoroti kasus pelarian seorang terduga pengedar berinisial GTO yang sebelumnya sempat diamankan aparat kepolisian dari Polsek Panai Tengah. Meski saat itu telah diborgol, tersangka disebut berhasil melarikan diri.
“Waktu itu sudah ditangkap dan diborgol, tapi bisa kabur. Itu yang membuat masyarakat kecewa,” ungkap warga lainnya.
Menanggapi keluhan masyarakat terkait maraknya peredaran sabu di wilayah Panai Hulu, Kapolsek Panai Tengah AKP Amlan menyampaikan apresiasi atas informasi yang diberikan masyarakat dan menegaskan pihaknya tengah melakukan operasi penindakan terhadap pelaku peredaran narkoba.
“Terima kasih atas informasinya. Saat ini kami sedang melakukan operasi penangkapan terhadap para bandar narkoba,” ujar AKP Amlan saat dikonfirmasi, Rabu (20/05/2026).
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas dan serius dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah Panai Hulu, khususnya di kawasan Ajamu dan sekitarnya yang disebut rawan aktivitas peredaran sabu.
(Dedi)

