ARKAMEDIA.ID | Labuhanbatu — Tiga karyawan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Cisadane Sawit Raya, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, dilaporkan mengalami kecelakaan kerja. Dari peristiwa tersebut, satu orang pekerja meninggal dunia, sementara dua lainnya mengalami luka serius dan masih menjalani perawatan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan Arkamedia.id, insiden tersebut terjadi pada Kamis, 16 April 2026, di area cerobong blowdown chamber yang berada di Dusun Bulu Tolang, Desa Sei Siarti, Kecamatan Panai Tengah.
Peristiwa bermula saat seorang manajer berinisial PS diduga memerintahkan tiga karyawan untuk melakukan pekerjaan pembukaan blowdown chamber. Dalam proses tersebut, para pekerja disebut menggunakan peralatan manual, yang kemudian berujung pada semburan air panas dan mengenai tubuh ketiga korban.
Seorang saksi di lokasi menyebutkan bahwa prosedur kerja yang lazim digunakan dalam pekerjaan tersebut seharusnya menggunakan alat bantu berupa sling panjang yang ditarik dengan kendaraan, guna menghindari risiko semburan air panas.
“Biasanya pembukaan blowdown chamber menggunakan sling panjang yang ditarik mobil truk agar pekerja tidak terkena semburan. Namun saat kejadian, pekerjaan dilakukan secara manual,” ujar saksi.
Saksi juga menduga para korban tidak dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai saat menjalankan pekerjaan tersebut. Meski demikian, informasi ini masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak perusahaan.
Akibat kejadian tersebut, ketiga korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Hartati Rantauprapat untuk mendapatkan penanganan medis. Salah satu korban berinisial RYI dinyatakan meninggal dunia pada Jumat, 24 April 2026, setelah menjalani perawatan intensif. Sementara dua korban lainnya, AI dan LP, dilaporkan mengalami luka serius.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Cisadane Sawit Raya belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat kepada pihak humas perusahaan masih belum mendapat penjelasan rinci.
Terpisah, Kapolsek Panai Tengah, AKP Amlan, membenarkan adanya kejadian kecelakaan kerja tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan.
“Benar, ada kejadian tersebut. Personel sudah melakukan cek tempat kejadian perkara dan berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Labuhanbatu untuk penanganan lebih lanjut,” ujar AKP Amlan.
Ia menambahkan, proses penyelidikan kemungkinan akan dilimpahkan ke Satreskrim Polres Labuhanbatu, mengingat diperlukan pendalaman lebih lanjut, termasuk keterlibatan tim identifikasi forensik (INAFIS).
Sementara itu, beredar informasi bahwa sejumlah pihak dari manajemen perusahaan telah dimintai keterangan oleh penyidik. Namun demikian, informasi tersebut masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak berwenang.
Kasus ini kini dalam penanganan aparat kepolisian guna memastikan penyebab pasti kecelakaan serta ada tidaknya unsur kelalaian dalam penerapan standar keselamatan kerja.
Penulis: Budi Saragih

