SERGAI, ARKAMEDIA – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional I Kebun Tanah Raja menggelar kegiatan konsultasi bersama para pemangku kepentingan (stakeholder) dalam rangka penyusunan dokumen Social Impact Assessment (SIA) atau Penilaian Dampak Sosial Tahun 2026, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Kebun Tanah Raja tersebut dibuka langsung oleh Manajer Kebun Tanah Raja, Djoel Irwin, SP. Dalam sambutannya, ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar serta mampu memperkuat komunikasi dan kerja sama antara perusahaan dengan para pemangku kepentingan.
“Semoga pelaksanaan kegiatan ini berjalan lancar dan komunikasi yang terjalin dapat semakin memperkuat kerja sama ke depan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, narasumber sekaligus konsultan penyusunan SIA, Ir. Mena Tarigan, menegaskan bahwa keberhasilan operasional sebuah perusahaan perkebunan tidak dapat dipisahkan dari hubungan yang harmonis dengan desa dan masyarakat di sekitar wilayah kerja perusahaan.
Menurutnya, pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) yang selama ini berjalan perlu didukung dengan pemetaan sosial yang akurat agar program-program yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam sesi diskusi, para peserta menyepakati pentingnya koordinasi dan sinergi yang berkelanjutan antara pihak perkebunan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta masyarakat sekitar. Beberapa program prioritas yang menjadi perhatian antara lain peningkatan penerangan di sekitar areal perkebunan, pembersihan sungai, serta penguatan program pemberdayaan masyarakat.
Selain itu, perusahaan juga membuka ruang yang lebih luas bagi media dalam mempublikasikan berbagai kegiatan perusahaan dengan tetap berpedoman pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Dalam forum tersebut, diharapkan media lokal dapat lebih diutamakan dalam menjalin kemitraan strategis dan menyebarluaskan informasi terkait aktivitas perusahaan kepada masyarakat.
Asisten Kepala (Askep) Kebun Tanah Raja, Bayu Hartanta Ginting, SP, menyampaikan bahwa pihaknya selama ini terus berupaya memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, termasuk melalui berbagai bantuan bagi warga yang terdampak aktivitas perkebunan.
“Kami berharap sinergi dengan media dan masyarakat dapat terus terjalin lebih baik lagi. Ke depan, berbagai program yang telah berjalan akan terus dievaluasi dan ditingkatkan,” katanya.
Kegiatan konsultasi ini turut dihadiri Camat Teluk Mengkudu, Camat Pegajahan, Camat Sei Rampah, Danramil 09 Teluk Mengkudu, Danramil Sei Rampah, Danramil 07 Perbaungan, perwakilan Polsek Sei Rampah, Polsek Teluk Mengkudu, Polsek Perbaungan, serta insan pers.
Melalui penyusunan dokumen Social Impact Assessment Tahun 2026 ini, diharapkan seluruh masukan dan hasil diskusi yang telah dihimpun dapat diimplementasikan secara optimal guna menciptakan hubungan yang harmonis, berkelanjutan, dan saling menguntungkan antara perusahaan dan masyarakat sekitar.
(Red)
