SERDANG BEDAGAI, ARKAMEDIA.id – Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Kabupaten Serdang Bedagai menyoroti kondisi harga semen yang terus mengalami kenaikan sekaligus mulai mengalami kelangkaan di pasaran. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu kelancaran berbagai proyek konstruksi, baik milik pemerintah maupun swasta.
Ketua BPC GAPENSI Kabupaten Serdang Bedagai, H. Saipul Amri, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut saat ditemui ARKAMEDIA.id di Sei Rampah, Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, harga semen yang sebelumnya relatif stabil kini telah mencapai kisaran Rp70.000 hingga Rp85.000 per sak, bahkan di sejumlah wilayah mulai sulit diperoleh karena stok yang terbatas.
Kelangkaan tersebut, kata Saipul Amri, menjadi persoalan serius bagi para pelaku jasa konstruksi. Selain meningkatkan biaya operasional proyek, keterbatasan pasokan juga berpotensi menghambat penyelesaian pekerjaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Ia berharap pemerintah bersama produsen dan distributor semen segera melakukan langkah konkret untuk menjaga stabilitas distribusi dan harga di pasaran, sehingga kebutuhan material bagi sektor konstruksi dapat terpenuhi secara merata.
BPC GAPENSI Serdang Bedagai juga mengingatkan bahwa sektor konstruksi memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Oleh karena itu, ketersediaan material bangunan, khususnya semen, harus menjadi perhatian bersama agar tidak menghambat pembangunan infrastruktur maupun kegiatan ekonomi masyarakat.
Pihaknya berharap persoalan tersebut dapat segera diatasi sehingga pelaksanaan proyek pembangunan di Kabupaten Serdang Bedagai dan daerah lainnya dapat berjalan lancar tanpa terkendala kelangkaan bahan bangunan.
“GAPENSI Serdang Bedagai mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Karena itu, kami berharap persoalan ini menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan agar kegiatan pembangunan dapat berjalan tepat waktu, efisien, dan tidak merugikan masyarakat maupun para pelaku usaha konstruksi.”pungkasnya.
(YSN)
