SERDANG BEDAGAI, ARKAMEDIA – Persoalan kekeringan yang telah berlangsung bertahun-tahun di lahan pertanian Desa Pulau Tagor, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Serdang Bedagai, kembali menjadi sorotan. Kondisi tersebut dinilai telah berdampak serius terhadap produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani setempat.
Menyikapi permasalahan itu, Ketua Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI/Polri (GM FKPPI) Pengurus Cabang (PC) 0223 Serdang Bedagai, M. Syahrudi, bersama perwakilan masyarakat dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), melakukan konsultasi resmi ke Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Utara, Selasa (2/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, M. Syahrudi memaparkan kondisi yang dihadapi para petani di Desa Pulau Tagor. Menurutnya, desa tersebut merupakan salah satu kawasan pertanian yang memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Serdang Bedagai. Namun, selama beberapa tahun terakhir, petani menghadapi persoalan serius akibat terbatasnya pasokan air untuk mengairi sawah mereka.
Ia menjelaskan bahwa saluran irigasi yang tidak berfungsi optimal, berkurangnya sumber air, serta kondisi cuaca yang tidak menentu menyebabkan lahan pertanian mengalami kekeringan hampir setiap musim tanam.
“Sudah bertahun-tahun petani menghadapi kondisi yang sulit. Banyak sawah mengalami kekeringan sehingga hasil panen menurun. Kami berharap ada langkah nyata dan berkelanjutan untuk mengatasi persoalan ini,” ujar Syahrudi saat menyampaikan aspirasi kepada Ombudsman.
Menurutnya, berbagai keluhan dan usulan telah disampaikan kepada instansi terkait. Namun, masyarakat masih berharap adanya solusi yang lebih komprehensif, termasuk perbaikan infrastruktur irigasi dan penyediaan sarana pendukung pengairan bagi lahan pertanian.
Sebagai organisasi kepemudaan yang memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan kemasyarakatan, GM FKPPI Sergai menilai perlunya pengawasan terhadap pelayanan publik di sektor pertanian dan pengairan agar program yang dijalankan pemerintah dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi masyarakat sekaligus meminta agar persoalan ini mendapat perhatian serius dari seluruh pihak terkait. Harapan kami, ada langkah konkret yang dapat membantu petani dan mendukung keberlangsungan sektor pertanian di daerah ini,” katanya.
Pihak Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Utara menyambut baik penyampaian aspirasi tersebut. Ombudsman menyatakan akan menindaklanjuti laporan yang diterima melalui mekanisme yang berlaku, termasuk melakukan koordinasi dan pengumpulan informasi dari instansi terkait guna memastikan pelayanan publik berjalan sesuai ketentuan.
M. Syahrudi juga menegaskan komitmen GM FKPPI Sergai untuk terus mendampingi masyarakat dalam memperjuangkan penyelesaian persoalan yang dihadapi petani di Desa Pulau Tagor.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh desa, serta pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam mencari solusi terbaik demi meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga ketahanan pangan daerah.
Langkah konsultasi yang dilakukan GM FKPPI Sergai dan PSI tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat Desa Pulau Tagor. Warga berharap, melalui keterlibatan berbagai pihak dan pengawasan Ombudsman, persoalan kekeringan yang telah berlangsung lama dapat segera memperoleh solusi yang efektif dan berkelanjutan.
(MK)
