Batu Bara, -[Arkamedia]– Baru sepekan menjabat Plt Camat Medang Deras, Halimal Yusri sudah membuat kontra, pasalnya Yusri akan menggelar pasar malam di lapangan Kantor Camat Medang Deras yang selama ini dipakai untuk aktifitas olahraga masyarakat.
Hal itu menuai gelombang penolakan dari berbagai pihak. Kebijakan ini dinilai lebih mementingkan keuntungan sesaat dan mengorbankan kepentingan masyarakat, khususnya generasi muda dan aktivitas olahraga di Pagurawan, 20/10/2026.
Ketua Klub Sepak Bola Pagurawan FC, Husni, secara tegas menolak rencana tersebut. Menurutnya, lapangan kantor camat selama ini dijadikan sarana olahraga sepak bola oleh masyarakat dan lapangan ini merupakan fasilitas penting bagi warga.
“Lapangan itu digunakan untuk aktivitas olahraga dan latihan rutin anak-anak dan pemuda untuk latihan sepak bola. Kalau dijadikan pasar malam, bukan hanya merusak lapangan, tapi juga mengganggu aktifitas masyarakat untuk berolahraga,” ujarnya.
Penolakan keras juga disampaikan oleh tokoh pemuda, Adi Jopang, Ia menyatakan bahwa kegiatan pasar malam di lapangan bola akan menghentikan seluruh aktivitas olahraga yang telah terjadwal.
“Kami sangat keberatan. Lapangan itu bukan hanya tempat bermain, tapi tempat anak-anak membangun disiplin dan mimpi. Kalau rusak, siapa yang bertanggung jawab?” katanya.
Lebih lanjut, Adi Jopang menekankan bahwa jika Camat memang ingin menghadirkan hiburan bagi masyarakat, sebaiknya difasilitasi di tempat lain yang tidak mengganggu fasilitas umum.
“Medang deras ini punya banyak lahan yang bisa dimanfaatkan. Kenapa harus di lapangan kantor camat yang merupakan satu-satunya sarana olahraga yang kami punya? Ini jelas keputusan yang merugikan.”
Warga pun ikut bersuara. Sejumlah tokoh masyarakat menilai kebijakan pasar malam sebagai bagian dari pencitraan politik dan upaya mencari keuntungan pribadi. Bahkan di tengah kondisi permasalahan air PDAM yang tak kunjung diselesaikan, mereka mempertanyakan prioritas Plt Camat Medang Deras.
“Masalah air PDAM mati, belum ada solusi dari pemerintah kecamatan, tapi yang dipikirkan malah pasar malam. Ini bukan kebijakan pro rakyat,” ujar salah satu warga.
Masyarakat Kecamatan Medang Deras berharap Camat bisa lebih bijak dan memprioritaskan pembangunan fasilitas yang bermanfaat jangka panjang, bukan kebijakan yang justru menimbulkan konflik dan kerugian. Mereka menyerukan agar kegiatan yang bersifat sementara tidak mengorbankan fasilitas utama kecamatan.
(Ni/Ark)
