SERDANG BEDAGAI, ARKAMEDIA.id – Seorang remaja berusia 15 tahun berinisial RY (15) ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam saat mandi di Sungai Keling (irigasi) yang berada di Kelurahan Melati Kebun, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai, Selasa (2/6/2026) sore.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB dan mendapat penanganan dari personel Polsek Perbaungan Polres Serdang Bedagai yang langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolsek Perbaungan, AKP Japri Binsar H. Simamora, SH, MH, menjelaskan bahwa sekitar pukul 17.00 WIB, piket SPKT Polsek Perbaungan menerima informasi dari Bhabinkamtibmas Kelurahan Melati Kebun terkait adanya seorang anak laki-laki yang diduga tenggelam saat mandi di Sungai Keling.
“Mendapat informasi tersebut, personel piket yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Perbaungan, IPDA Tony Sipayung, SH selaku Perwira Pengawas (Pawas), langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan olah TKP,” ujar Kapolsek.
Namun saat tiba di lokasi, petugas memperoleh informasi dari warga bahwa korban telah ditemukan dan dibawa ke rumah duka di Dusun Kueni, Desa Melati II, Kecamatan Perbaungan. Selanjutnya personel bergerak menuju kediaman korban untuk melakukan pendataan dan meminta keterangan sejumlah saksi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi, korban diketahui datang ke rumah temannya sekitar pukul 16.00 WIB dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra X warna hitam tanpa pelat nomor. Korban kemudian mengajak temannya untuk mandi di Sungai Keling.
Saksi sempat mengingatkan korban agar tidak mandi di sungai karena korban diketahui tidak bisa berenang. Namun ajakan tersebut tetap dilakukan dengan alasan ingin menyegarkan badan.
Setibanya di lokasi, korban langsung melompat ke sungai. Tak lama kemudian saksi melihat korban dalam kondisi kesulitan di dalam air dan berusaha memberikan pertolongan. Meski sempat didorong ke arah pinggir sungai, korban kembali hanyut ke bagian tengah dan akhirnya tenggelam.
Saksi kemudian meminta bantuan warga sekitar yang berada di lokasi, namun korban tidak segera ditemukan. Informasi kejadian tersebut selanjutnya disampaikan kepada orang tua korban.
Tidak lama kemudian, warga yang melakukan pencarian berhasil menemukan korban di dasar sungai dan mengangkatnya ke tepi sungai. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga, petugas memperoleh keterangan bahwa keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menilai korban meninggal dunia secara wajar akibat tenggelam. Keluarga juga menyatakan menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi penolakan.
Polsek Perbaungan telah melakukan langkah-langkah kepolisian berupa pengecekan lokasi kejadian, olah TKP, pendataan saksi-saksi, serta koordinasi dengan pihak keluarga korban.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di area sungai maupun perairan lainnya guna mencegah terjadinya kejadian serupa.
(YSN)
