TEBING TINGGI, ARKAMEDIA — Manajemen Klinik Djohan Kota Tebing Tinggi disebut telah memberikan Surat Peringatan (SP) kepada salah seorang pegawainya yang sebelumnya dipersoalkan keluarga pasien terkait dugaan ketidakprofesionalan dalam memberikan pelayanan kesehatan.
Informasi tersebut disampaikan staf personalia Klinik Djohan saat awak media mendatangi klinik yang beralamat di Jalan Kapten F Tandean, Kota Tebing Tinggi, Rabu (12/8/2026), untuk meminta konfirmasi mengenai perkembangan persoalan tersebut.
Staf personalia mengatakan pimpinan klinik sedang tidak berada di tempat. Namun, ia mengaku telah menerima informasi bahwa petugas yang bersangkutan telah diberikan surat peringatan.
«“Pimpinan sedang tidak ada di tempat. Saya mendapat informasi hari ini yang bersangkutan telah diberi surat peringatan,” ujarnya.»
Saat ditanya mengenai jenis atau bentuk surat peringatan yang diberikan, staf personalia tersebut belum dapat memberikan penjelasan secara rinci.
Sementara itu, Penanggung Jawab Klinik Djohan, dr. Junica Handayani, ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait kebenaran informasi tersebut hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan lebih lanjut.
Bermula dari Keluhan Keluarga Pasien
Sebelumnya, persoalan tersebut mencuat setelah keluarga pasien mempersoalkan pelayanan salah seorang petugas Klinik Djohan ketika membawa anak mereka yang berusia enam tahun dan mengalami demam tinggi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan pada Senin (10/8/2026) sore.
Orang tua pasien, Irlan Jaya Situmorang, SH, mengaku diminta memeriksa sendiri suhu tubuh anaknya ketika berada di klinik.
Menurut Irlan, persoalan bermula ketika seorang petugas perempuan meletakkan termometer di atas meja dokter dan meminta dirinya selaku orang tua pasien untuk memeriksa sendiri suhu tubuh anaknya.
Irlan kemudian mempertanyakan tindakan tersebut karena menilai pemeriksaan kondisi pasien semestinya dilakukan oleh tenaga kesehatan sesuai prosedur pelayanan yang berlaku.
“Kenapa kami yang memeriksa anak kami sendiri yang sedang sakit? Kami datang kemari mau berobat. Kami serahkan dan percayakan semua penanganannya kepada tenaga medis atau tenaga kesehatan. Kami sebagai masyarakat tidak tahu soal medis,” tegas Irlan saat itu.
Pemberitaan ini memuat keterangan dari pihak keluarga pasien serta informasi dari staf personalia Klinik Djohan. Sementara itu, pihak manajemen melalui Penanggung Jawab Klinik Djohan masih memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan lebih lanjut mengenai pemberian surat peringatan tersebut.
(Tim)
