SERGAI, ARKAMEDIA.id – Hingga Jumat (7/8/2026), pihak manajemen Perseroan Terbatas Perkebunan dan Penanaman (PT PP) London Sumatera Indonesia Tbk (Lonsum) Sibulan Estate yang berlokasi di Desa Sibulan, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden penyerangan massa yang mengakibatkan gudang pupuk terbakar dan kantor kebun mengalami kerusakan.
Konfirmasi yang disampaikan ARKAMEDIA.id kepada Kepala Tata Usaha (KTU) Kebun Sibulan Estate, Ari Sijabat, hingga berita ini diterbitkan belum memperoleh respons.
Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan pengamanan di lokasi kejadian. Kapolres Tebing Tinggi AKBP Rina Frillya, S.I.K. bersama jajaran terlihat turun langsung ke lokasi untuk memantau situasi. Sejumlah personel Brimob juga disiagakan guna mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) pasca peristiwa pembakaran gudang pupuk dan perusakan kantor kebun PT PP London Sumatera Indonesia Tbk Sibulan Estate.
Sebelumnya, Camat Tebing Syahbandar, Edy Syahputra, S.STP., M.Si., saat dikonfirmasi ARKAMEDIA.id membenarkan terjadinya peristiwa tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 22.00 WIB ketika sebuah gudang pupuk milik perusahaan dilaporkan terbakar. Selain itu, kantor kebun juga mengalami kerusakan akibat aksi massa.
Aksi tersebut diduga dipicu kabar meninggalnya seorang pria yang disebut-sebut sebagai terduga pelaku pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit setelah sebelumnya diamankan oleh petugas keamanan (security) perusahaan.
Seorang warga di sekitar lokasi yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku memperoleh informasi bahwa pria tersebut diamankan pada sore hari sebelum kemudian dikabarkan meninggal dunia.
“Tadi security menangkap diduga pencuri sawit. Terus dianiaya hingga meninggal. Kalau tidak salah ditangkapnya sore. Sekarang jenazahnya dibawa ke RS Bhayangkara Tebing Tinggi,” ujar warga tersebut.
Peristiwa tersebut kemudian memicu kemarahan warga yang berujung pada aksi pembakaran gudang pupuk dan perusakan kantor kebun. Situasi di lokasi sempat dilaporkan mencekam sebelum aparat kepolisian melakukan pengamanan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari kepolisian mengenai penyebab pasti meninggalnya pria tersebut maupun perkembangan penyelidikan atas aksi pembakaran dan perusakan fasilitas perusahaan.
Kasat Reskrim Polres Tebing Tinggi Iptu Dr. Herikson Parulian Siahaan, S.H., M.H., yang sebelumnya dikonfirmasi ARKAMEDIA.id pada Kamis (6/8/2026), juga belum memberikan tanggapan.
ARKAMEDIA.id akan terus berupaya memperoleh konfirmasi dari seluruh pihak terkait, termasuk kepolisian dan manajemen PT PP London Sumatera Indonesia Tbk Sibulan Estate. Berita ini akan diperbarui apabila telah diperoleh keterangan resmi maupun perkembangan terbaru dari proses penyelidikan.
(Red/**)
