SERGAI | ARKAMEDIA.id – Seorang pekerja proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Serdang Bedagai diduga mengalami kecelakaan kerja saat menjalankan aktivitas di lokasi proyek, Selasa (7/7/2026).
Peristiwa tersebut terjadi di area pembangunan Sekolah Rakyat yang berada di depan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan–Tebing Tinggi, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai.
Korban diketahui bernama Joko, warga Jawa Timur, yang bekerja sebagai tenaga bangunan pada proyek tersebut. Selama bekerja, Joko tinggal di barak yang disediakan oleh pelaksana proyek, PT Nindya Karya.
Kepada wartawan, Joko mengaku mengalami kecelakaan saat mengangkut pasir menuju lantai dua bangunan. Saat menaiki tangga sambil memikul pasir, ia diduga terpeleset karena kelelahan sehingga terjatuh dan membentur tangga.
“Terpeleset waktu naik ke lantai dua sambil bawa pasir. Mungkin karena sudah capek, lalu jatuh dan terbentur tangga,” ujar Joko.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami memar pada bagian wajah, nyeri di bagian dada, luka lecet, serta harus mendapatkan penanganan medis dengan pemasangan infus.
Sementara itu, Pengawas Pembangunan Sekolah Rakyat, Eka Saputra, membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, korban langsung dievakuasi ke RSUD untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan tidak mengalami cedera serius.
“Benar ada kecelakaan kerja. Korban terpeleset saat naik dari lantai satu ke lantai dua sambil mengangkat pasir. Diduga karena kelelahan sehingga terjatuh. Kami langsung membawanya ke RSUD karena khawatir ada benturan di kepala. Luka yang dialami berupa lecet di pipi dan pada tulang kering kaki. Tadi juga sudah dilakukan pemeriksaan rontgen,” jelas Eka Saputra.
Ia menambahkan, insiden tersebut merupakan kecelakaan kerja pertama yang terjadi sejak proyek pembangunan Sekolah Rakyat dimulai. Kejadian berlangsung sesaat setelah waktu makan siang.
Menurut Eka, saat bekerja korban telah menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai ketentuan.
“Dari pihak kami, seluruh pekerja di proyek Sekolah Rakyat Serdang Bedagai menjadi tanggung jawab perusahaan. Selama bekerja di PT Nindya Karya, seluruh biaya perawatan korban kami tanggung hingga sembuh. Ke depan, pengawasan terhadap aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) akan kami tingkatkan agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, kondisi korban dilaporkan dalam keadaan sadar dan masih menjalani perawatan serta observasi medis di RSUD Sultan Sulaiman.
(Tim Red)
