Deli Serdang, ARKAMEDIA | Seorang pengurus salah satu Ormas di Deli Serdang tewas bersimbah darah setelah mengalami luka tembak di bagian lehernya dengan senjata api (senpi), pada Minggu (18/10/2026) malam sekira pukul 21.00 WIB. Selain itu 2 anggota serta 8 warga turun menjadi korban luka-luka.
Peristiwa mencekam tersebut terjadi di
dusun IV desa Bangun Rejo, kecamatan Tanjung Morawa kabupaten Deliserdang. Korban tewas tersebut diketahui bernama Donny Pace (40) warga jalan Medan Lubuk Pakam dusun III desa Tanjung Morawa B, kecamatan Tanjung Morawa.
Dari informasi yang berhasil dihimpun pada Senin (19/10/2026), kejadian berawal sekira Pukul.20.00 WIB, saat itu Feri BF (anggota ormas) menelepon korban memberitahukan bahwa rumahnya yang beralamat di perumahan Puskop ABRI Desa Bandar Labuhan, diserang oleh Orang Tak di Kenal (OTK).
Mendapat informasi rumahnya di serang, selanjutnya korban Donny Pace, Indra Wijaya Lingga, Dio, Hatta serta Juanda berangkat dengan mengendarai Mobil Toyota Yaris
warna putih No Pol BK 1442 MAG (yang disetir oleh Donny Pace) hendak ke Desa Bandar Labuhan.
Sekira Pukul.21.00 WIB, menurut keterangan dari salah seorang Korban an. Indra Wijaya Lingga saat hendak berangkat ke desa Bandar Labuhan, kemudian saat diperjalanan tepatnya di dusun II desa Bangun Rejo, mobil mereka dikejar oleh pelaku yang mengendarai 2 unit sepeda motor berjumlah 4 orang.
Sesampainya di depan Gg. Karo dusun IV desa Bangun Rejo,kKecamatan Tanjung Morawa, mereka dipepet oleh kawanan pelaku yang membawa sajam dan senpi, dan langsung menembak kaca mobil diduga dengan senjata api dari bagian samping sehingga mengenai Korban Donny Pace pada bagian leher sebelah kiri.
Dua korban tembakan lainnya dan bacokan yang juga rekan korban Donny Pace yakni Indra Wijaya Lingga (23) warga Jalan Irian Gg.Pembangunan Lingkungan III, Kelurahan Pekan Tanjung Morawa luka tembak di paha kiri dan Ahmad Sajali mengalami luka bacok ditangan sudah mendapat penanganan di Rumah Sakit Mitra Sehat.
Sementara itu 8 warga yang turun menjadi korban tertabrak mobil Donny Pace, yang posisinya sedang menyetir mengalami hilang kendali sehingga menabrak masyarakat yang melintas dan menabrak tiang telkom dan kanopi rumah warga.
Adapun kedelapan korban luka-luka dari warga yakni Winona Novia Pratika (14 ) Pelajar warga Dusun II Desa Bangun Rejo,Khanza Putra Al Miko (3)Dusun II Desa Bangun Rejo, Tasya Dwi Azahra (13)I Pelajar warga Dusun II Desa Bangun Rejo, M.Ihran (29) warga Dusun VII Desa Bangun Rejo,Dini Fadila (27) warga Dusun VII Desa Bangun Rejo,Fadhan Al Faiza Danindra (4) Warga Dusun VII Desa Bangun Rejo, Robby Reihan Deka (13) Pelajar warga Dusun VI Desa Bangun Rejo dan Imelda Nazwa Julia (16)Pelajar warga Dusun VI Desa Bangun Rejo.
Selanjutnya, warga yang mengetahui adanya peristiwa itu, langsung mengamankan 2 orang laki-laki diduga pelaku yang mengendarai sepeda motor jenis Honda Beat warna putih tanpa plat yang diduga melakukan penembakan, sementara 2 orang yang berada di satu sepeda motor lainnya berhasil kabur.
Kemudian Atas insiden tersebut, korban penembakan Donny Pace dan korban lainnya yang tertabrak dilarikan ke Rumah Sakit Umum Mitra Sehat Bangun Rejo untuk dilakukan penanganan medis.
Kedua terduga pelaku yang berhasil diamankan Polisi dan masih dalam pemeriksaan intensif yakni DA (21) warga gang Bilal Dusun IV Desa Tanjung Morawa B dan A (20) warga gang Pribadi Dusun III Tanjung Morawa A.
Kapolsek Tanjung Morawa AKP. Jonni Damanik saat dikonfirmasi mengetahui kejadian tersebut langsung menuju ke TKP dan mengamankan dua orang sebagai saksi.
“la kami bersama personil gabungan dari Poldasu dan Polresta Deli Serdang mendatangi TKP dan langsung mengamankan pelaku dan dibawa ke Polresta Deli Serdang untuk antisipasi amukan dari Anggota Pemuda Pancasila yang berada di TKP” sebut Jonny Damanik
Dikatakannya dua orang terduga pelaku sudah dimintai keterangannya dan masih diamankan.
“Dua orang sudah kita periksa, masih sebagai saksi “ ujar AKP. Jonni Damanik.
Selanjutnya, AKP. Jonni Damanik menyebut Sekira Pukul. 23.40 WIB jenazah korban Donny Pace dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi.
Sementara itu, Kabid Humas Kombes Pol. Ferry Walintukan saat di konfirmasi perwakilan awak media via panggilan WhatsApp mengatakan kasus penembakan hingga pembunuhan salah satu pengurus ormas itu ditangani Polresta Deli Serdang.
“Yang menangani Polresta Deliserdang, nanti saya cek perkembangannya“ sebut Kombes Ferry Walintukan.
(why)
