DELI SERDANG, ARKAMEDIA.id – Duzi Fadila (22), salah seorang korban yang mengalami luka berat dalam insiden bentrok di Dusun IV, Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, pada Minggu (18/10/2026), meninggal dunia pada Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 07.00 WIB setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Almarhumah sebelumnya menjadi korban bersama suaminya, Muhammad Irfan (29), dan anak mereka yang berusia empat tahun dalam insiden tersebut.
Sebelum meninggal dunia, Duzi sempat menjalani perawatan di RS Mitra Sehat Bangun Rejo sebelum dirujuk ke RSU Grand Medistra Lubuk Pakam akibat kondisinya yang serius. Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban mengalami pembekuan darah di kepala akibat benturan keras dan menjalani operasi pada malam 20 Oktober 2026.
Saat korban masih menjalani perawatan, Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Jonni Harianto Damanik, S.H., M.H., bersama Kepala Desa Bangun Rejo, Misno, dan Bhabinkamtibmas Desa Bangun Rejo, Aiptu Sugiono, menjenguk Duzi di ruang ICU RSU Grand Medistra Lubuk Pakam pada Rabu (21/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Kapolsek bersama kepala desa turut menyerahkan tali asih kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril di tengah musibah yang dialami.
Setelah menerima kabar duka atas meninggalnya Duzi Fadila, Kapolsek Tanjung Morawa bersama personelnya mendatangi rumah duka di Dusun VII, Desa Bangun Rejo, pada Jumat (23/10/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga yang tengah berduka atas kepergian almarhumah.
Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Jonni Harianto Damanik, menyampaikan rasa duka cita mendalam atas meninggalnya Duzi Fadila. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan tersebut.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhumah Duzi Fadila. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini. Kami berharap keluarga tetap tabah dan dapat melalui masa sulit ini dengan dukungan orang-orang terdekat,” ujar AKP Jonni Damanik.
Ia menegaskan, kehadiran kepolisian di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga sebagai wujud kepedulian sosial, khususnya ketika masyarakat mengalami musibah.
Pada hari yang sama, personel Polsek Tanjung Morawa juga melakukan pengawalan jenazah almarhumah dari rumah duka menuju tempat pemakaman umum di Desa Bangun Rejo. Prosesi pemakaman berlangsung aman dan kondusif.
Kehadiran personel kepolisian di rumah duka diharapkan dapat memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan sekaligus memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.
(why)
