SERGAI | ARKAMEDIA.id — Kondisi pekerjaan pembangunan jalan provinsi di Dusun VII, Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), yang mengarah menuju Kecamatan Tanjung Beringin, mendapat sorotan dari Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Sei Rampah, Gober Hermanto.
Sorotan tersebut mencuat lantaran aktivitas pekerjaan dan lalu lintas kendaraan di sekitar lokasi dinilai menimbulkan gumpalan debu yang cukup tebal. Kondisi itu disebut mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya warga yang berjualan di sepanjang ruas jalan tersebut.
Gober Hermanto menyampaikan hal itu kepada wartawan, Selasa (15/9/2026), di Sei Rampah. Ia mengaku sengaja meninjau kondisi jalan saat melintas di lokasi pekerjaan.
Menurut Gober, pembangunan jalan tersebut pada prinsipnya sangat dibutuhkan masyarakat sehingga patut diapresiasi. Namun, pelaksanaan pekerjaan juga dinilai perlu memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat sekitar.
“Pembangunan jalan ini tentu sangat kami apresiasi karena memang dibutuhkan masyarakat. Namun, kondisi abu yang mengepul cukup mengganggu, terutama bagi masyarakat yang berjualan di sepanjang lokasi pekerjaan,” ujar Gober.
Ia mengatakan, sejumlah pedagang yang berjualan sayuran maupun makanan di sekitar lokasi mengeluhkan debu yang beterbangan akibat aktivitas kendaraan.
Gober menyebut pekerjaan jalan tersebut telah berlangsung sekitar empat bulan. Namun, hingga Selasa (15/9/2026), pekerjaan tersebut menurut pengamatannya belum rampung.
Kondisi jalan yang berdebu, kata dia, bukan hanya mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan terhadap kualitas udara dan keselamatan pengguna jalan apabila tidak segera ditangani.
Debu Mengepul Saat Kendaraan Berpapasan
Gober juga menyoroti penyiraman jalan yang dinilainya belum maksimal. Menurutnya, kondisi debu semakin parah ketika kendaraan dari arah Tanjung Beringin menuju Sei Rampah maupun sebaliknya saling berpapasan.
«“Kalau kendaraan berselisih, debu langsung mengepul. Pengendara bisa kelabakan karena mata dan wajah kemasukan abu,” ujarnya.»
Menurut Gober, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pihak pelaksana pekerjaan maupun pemangku kepentingan terkait, mengingat ruas jalan tersebut digunakan masyarakat setiap hari.
Ia menyebut pejalan kaki terlihat enggan melintasi lokasi ketika debu beterbangan. Sementara pengendara sepeda motor maupun kendaraan lainnya harus meningkatkan kewaspadaan ketika melewati area pekerjaan.
«“Dengan banyaknya abu, jarak pandang bisa terganggu dan kondisi ini tentunya rawan kecelakaan,” katanya.»
Minta Penyiraman Ditingkatkan
Untuk mengurangi dampak debu selama pekerjaan berlangsung, Gober meminta penyiraman jalan dilakukan lebih rutin, terutama pada jam-jam ketika aktivitas kendaraan meningkat.
Ia mengusulkan penyiraman dapat dilakukan sekitar empat hingga lima kali dalam sehari atau disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
«“Kami berharap pembangunan segera diselesaikan. Untuk sementara, kami juga meminta penyiraman dilakukan lebih rutin agar masyarakat tidak terus-menerus menghirup debu,” tegasnya.»
Gober menegaskan, pihaknya tidak mempersoalkan pembangunan jalan tersebut. Sebaliknya, ia berharap pembangunan dapat berjalan dengan baik dan segera memberikan manfaat bagi masyarakat.
Namun, selama pekerjaan belum selesai, menurutnya, aspek keselamatan dan kenyamanan masyarakat sekitar juga harus menjadi perhatian.
Ia menambahkan, apabila keluhan masyarakat tidak mendapat perhatian dan kondisi di lapangan tidak mengalami perubahan, pihaknya siap menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai maupun instansi terkait.
“Kalau setelah kami sampaikan dan kami tinjau kembali kondisinya masih seperti ini, kami siap mengambil langkah tegas dengan melakukan aksi atau orasi untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah dan pihak terkait pekerjaan umum,” pungkasnya.
(YSN)
