Panai Hulu – ARKAMEDIA.id : Peredaran narkotika jenis sabu di Kecamatan Panai Hulu, makin merebak dan meresahkan masyarakat. Terduga bandar sabu RS alias Kojek disebut-sebut sebagai pengendali bisnis haram terstruktur. 22/5/2026).
Menindaklanjuti keresahan masyarakat pesisir pantai Labuhanbatu terkhusus di Ajamu, Kecamatan Panai Hulu Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu AKP Hardiyanto akan menindak para bandit narkoba yang terlibat.
“Terimakasih informasinya. Selama dua pekan ini kami lagi gencar pemberantasan Narkoba” balasnya menggunakan pesan WhatsApp (21/5/2026).
Disampaikan, diminta oleh masyarakat Ajamu, Kecamatan Panai Hulu untuk memberantas peredaran sabu mengungkap dan menangkap siapa saja yang terlibat didalamnya, hingga nama Kojek disebut belum dapat tersentuh hukum.
“Kalau yang belum kena atau tertangkap mungkin belum naasnya saja itu. Namun, nama itu akan kami dalami proses penyelidikannya” timpal Hardiyanto.
Sebelumnya pemberitaan nama Kojek telah viral di berbagai platform media sosial namun belum ada tindakan tegas terhadapnya dan jaringannya. Sehingga menjadi keresahan di kalangan masyarakat Ajamu.
Nama RS alias “Kojek”, yang disebut-sebut warga sebagai terduga pengendali jaringan peredaran sabu di wilayah tersebut, kini menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Warga menilai peredaran narkoba di Desa Cinta Makmur dan Desa Teluk Sentosa sudah berada pada tahap mengkhawatirkan karena dinilai dapat merusak generasi muda.
Seorang ibu rumah tangga warga Desa Cinta Makmur mengaku resah dengan aktivitas peredaran sabu yang disebut berlangsung hampir tanpa henti, baik siang maupun malam hari.
“Sudah sangat meresahkan. Aktivitas jual beli sabu seperti bebas terjadi, bahkan hingga larut malam masih banyak keluar masuk orang yang diduga pengguna narkoba,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (19/05/2026), sembari meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Ia mengkhawatirkan dampak narkoba terhadap para remaja di lingkungan tempat tinggalnya yang disebut mulai banyak terpengaruh penyalahgunaan sabu.
“Kalau terus dibiarkan, generasi muda bisa hancur. Sekarang saja sudah banyak anak-anak muda yang terpengaruh,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga Desa Teluk Sentosa. Mereka mengaku geram karena aksi para pengguna narkoba kerap berdampak pada meningkatnya tindak pencurian di lingkungan masyarakat.
Menurut warga, sejumlah barang milik masyarakat hingga fasilitas pendidikan disebut pernah menjadi sasaran pencurian yang diduga dilakukan oleh pecandu narkoba demi mendapatkan uang untuk membeli sabu.
“Barang-barang yang bisa dijual sering hilang dari rumah warga. Bahkan beberapa waktu lalu sekolah dasar di sini kehilangan pengeras suara aktif,” ujar seorang warga Dusun VII Desa Teluk Sentosa.
Warga juga menyoroti kasus pelarian seorang terduga pengedar berinisial GTO yang sebelumnya sempat diamankan aparat kepolisian dari Polsek Panai Tengah. Meski saat itu telah diborgol, tersangka disebut berhasil melarikan diri.
“Waktu itu sudah ditangkap dan diborgol, tapi bisa kabur. Itu yang membuat masyarakat kecewa,” ungkap warga lainnya.
Menanggapi keluhan masyarakat terkait maraknya peredaran sabu di wilayah Panai Hulu, Kapolsek Panai Tengah AKP Amlan menyampaikan apresiasi atas informasi yang diberikan masyarakat dan menegaskan pihaknya tengah melakukan operasi penindakan terhadap pelaku peredaran narkoba.
“Terima kasih atas informasinya. Saat ini kami sedang melakukan operasi penangkapan terhadap para bandar narkoba,” ujar AKP Amlan saat dikonfirmasi, Rabu (20/05/2026).
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas dan serius dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah Kecamatan Panai Hulu.
(Dedi)

