SERGAI, ARKAMEDIA — Warga Desa Silau Padang, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), menyoroti dugaan pembuangan limbah yang disebut berasal dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Tenera Sergai Perkasa (TSP) ke aliran Sungai Bah Sombu.
Dugaan tersebut disampaikan seorang warga berinisial W (43), warga Dusun II, Desa Silau Padang, kepada ARKAMEDIA, Rabu (26/8/2026). Menurut W, limbah yang diduga berasal dari aktivitas PKS TSP tersebut mengalir ke Sungai Bah Sombu hingga menuju aliran Sungai Padang yang melintasi wilayah Kota Tebing Tinggi.
“Limbah ini sudah berlangsung lama, namun belum ada tindakan apa pun. Kalau ekosistem air, ya sudah lama tercemar,” ujar W.
W mengaku prihatin karena aliran sungai tersebut disebut masih dimanfaatkan masyarakat di sejumlah wilayah yang berada di bagian hilir.
Ia menyebut sejumlah daerah yang berada di sepanjang aliran Sungai Bah Sombu, di antaranya Desa Naga Buntu, Naga Kesiangan, Parlambean, hingga Desa Damak Urat, berpotensi terdampak apabila dugaan pencemaran tersebut benar terjadi.
“Selamat kepada PT TSP yang telah meracuni sungai kami. Aliran sungai ini digunakan masyarakat di wilayah hilir. Kami masyarakat akan terus mengawal ini,” katanya.
W berharap persoalan tersebut mendapat perhatian dari pihak terkait, terutama instansi yang memiliki kewenangan dalam pengawasan lingkungan, agar kondisi Sungai Bah Sombu dapat diperiksa secara objektif dan tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, Pemkab Serdang Bedagai dan aparat penegak hukum diminta tidak mengabaikan keluhan masyarakat terkait dugaan pencemaran Sungai Bah Sombu yang disebut-sebut berasal dari aktivitas PKS TSP.
Pihak berwenang diharapkan segera melakukan pengecekan lapangan serta pemeriksaan dan pengujian kualitas air secara objektif untuk memastikan ada atau tidaknya pencemaran, termasuk menelusuri sumber limbah dan memastikan apakah aktivitas pengelolaan limbah PKS TSP telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat Sungai Bah Sombu merupakan aliran air yang dimanfaatkan masyarakat di wilayah hilir. Jika dugaan pencemaran terbukti, masyarakat berharap pemerintah dan aparat penegak hukum mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku serta memastikan tidak terjadi kerusakan lingkungan yang lebih luas.
Sebaliknya, apabila hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya pelanggaran, hasil tersebut juga perlu disampaikan secara terbuka kepada masyarakat agar persoalan ini tidak berkembang menjadi spekulasi.
ARKAMEDIA menegaskan bahwa dugaan pencemaran tersebut masih berupa informasi dan keluhan dari warga. Untuk memastikan kebenarannya, diperlukan pemeriksaan serta pengujian oleh instansi berwenang terhadap sumber maupun kualitas air sungai.
Sementara itu, ARKAMEDIA telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Humas PKS TSP yang juga disebut menjabat sebagai Kepala Desa Silau Padang, Rajali Purba, terkait dugaan tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
Begitu juga Camat Sipispis Herbin Damanik juga belum memberikan jawaban atas konfrimasi yang dilayangkan ARKAMEDIA.
ARKAMEDIA membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak PT Tenera Sergai Perkasa maupun pihak terkait lainnya apabila terdapat informasi yang perlu diluruskan. (red)
Foto: Screenshot video warga. (Istimewa)
