Deli Serdang, ARKAMEDIA | Seratusan warga desa Penungkiran kecamatan Senembah Tanjung Muda (STM) Hilir mendatangi kantor Bupati Deli Serdang, pada Kamis (23/04/2026) sekira pukul 10.00 WIB. Kedatangan mereka untuk menggelar unjuk rasa dengan tuntutan menurunkan kepala desa mereka.
Datang dengan menggunakan mobil dan truk bak terbuka, warga menggelar aksi unjuk rasa dengan membentangkan sejumlah poster yang meminta kepala desa mereka Mardan Tarigan turun dari jabatannya sebagai kades. Sebelum menyampaikan tuntutan, pengunjuk rasa terlebih dahulu menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Dalam tuntutannya, warga menilai kades telah menyalahgunakan kewenangan, menghilangkan aset, mengintimidasi warga hingga tidak transparansi dalam pengelolaan dana desa.
“Aset-aset hilang karena Kades. Tolong ditindak,” teriak warga.
Lebih kurang setengah jam menyampaikan tuntutan di luar kantor Bupati, massa sempat diarahkan untuk ke kantor Inspektorat. Dengan berjalan kaki sekitar 150 meter massa pun beranjak dari kantor Bupati. Di kantor Inspektorat perwakilan massa diterima di ruang aula. Mereka bertemu dengan Irban 2 dan 3 hingga Kabid Pembinaan Desa, Rismar Silaban.
Perwakilan warga, Petrus Kaban menceritakan setelah kantor desa terbakar pada Maret 2025 pelayanan di kantor desa pun menjadi semraut. Kemudian dalam pelaksanaan untuk pembangunan ia menyebut nggak ada musyawarah akan tetapi bisa tandatangan mereka ada di dalam laporannya.
“Sehubungan dengan ada kegiatan pembangunan gedung koperasi merah putih. Tanpa ada musyawarah yang kuorum dia mau bangun gedung koperasi di tanah wakaf. Masyarakat gak rela, jalan mau ziarah pun gak ada lagi. Masyarakat dusun I keberatan,” sebut Petrus Kaban.
Kekecewaan warga kepada kades di perparah saat dilakukan penebangan pohon asam gelugur sebanyak 9 pokok di lahan tanah wakaf tersebut. Selama ini pohon asam gelugur itu ditanam oleh warga dan menjadi aset atau penghasilan. Untuk satu pohon saja bisa menghasilkan 20 juta. Hasilnya dipakai untuk kepentingan warga mulai beli piring hingga tikar.
“Setelah itu kami pun diintimidasi dan dilaporkannya ke Polsek. Kami gak Terima sama perlakuan Kades. Makanya kami minta bapak dan ibu tegas sama Pak Kades ini,” kata Petrus.
Usai menyampaikan aspirasinya, warga akhirnya meninggalkan kantor Inspektorat dan berencana melanjutkan aksinya ke kantor DPRD Deli Serdang. (why)

