TEBING TINGGI ARKAMEDIA— Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) tidak cukup hanya melalui intervensi gizi. Penguatan layanan kesehatan sejak masa kehamilan, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga pelaksanaan imunisasi secara tepat dinilai menjadi bagian penting dalam pencegahan stunting.
Hal tersebut disampaikan Bupati Sergai H. Darma Wijaya saat menghadiri Pelatihan Pengelola Imunisasi di Puskesmas yang digelar di Aula Hotel Amanda, Kota Tebing Tinggi, Selasa (8/9/2026).
Darma Wijaya menegaskan, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat harus dilakukan secara menyeluruh dan dimulai sejak masa kehamilan. Dalam hal ini, tenaga kesehatan di tingkat desa memiliki peran strategis karena berhadapan langsung dengan ibu dan anak di wilayah masing-masing.
Ia meminta setiap bidan desa memiliki data yang akurat mengenai kondisi kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya, khususnya data ibu hamil dan anak.
“Bidan di setiap desa harus mengetahui berapa jumlah ibu hamil, berapa jumlah anak, serta bagaimana kondisi pertumbuhan dan kesehatan anak di wilayahnya. Data tersebut sangat penting agar kita dapat melakukan intervensi dengan cepat dan tepat, terutama dalam upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Sergai,” ujar Darma Wijaya.
Menurut Bupati yang akrab disapa Bang Wiwik itu, imunisasi merupakan salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Perlindungan terhadap berbagai penyakit sejak dini diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang serta menjaga kondisi kesehatan anak.
Karena itu, keberhasilan program imunisasi tidak hanya bergantung pada pemerintah dan tenaga kesehatan. Kesadaran serta partisipasi masyarakat juga diperlukan agar anak memperoleh pelayanan imunisasi sesuai kebutuhannya.
Darma Wijaya menilai pelayanan kesehatan yang aktif, ditopang pencatatan dan pengelolaan data yang baik, akan memudahkan berbagai persoalan kesehatan ditemukan sejak dini. Dengan demikian, langkah intervensi dapat dilakukan sebelum persoalan berkembang menjadi lebih serius.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan jajaran tenaga kesehatan agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, profesi tenaga kesehatan memiliki dimensi kemanusiaan karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita bekerja maksimal untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Mari kita bekerja dengan ikhlas, profesional dan penuh tanggung jawab. Tugas tenaga kesehatan lebih dari sekadar profesi. Itu juga tugas kemanusiaan karena setiap hari kita membantu dan menolong orang,” katanya.
Selain penguatan imunisasi serta pelayanan kesehatan ibu dan anak, Darma Wijaya turut menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk dari sisi sosial dan ekonomi.
Bupati berharap pelatihan pengelola imunisasi dapat meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga kesehatan di Puskesmas. Dengan kemampuan yang semakin baik, pelaksanaan program imunisasi di Sergai diharapkan semakin terarah, tepat sasaran, dan mampu memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat.
Ia juga meminta jajaran kesehatan memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan masyarakat. Sebab, kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis tenaga kesehatan, tetapi juga kemampuan membangun kepercayaan serta komunikasi yang baik dengan warga.
“Berikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Bekerjalah dengan hati, ikhlas dan profesional. Dengan kerja bersama dan pelayanan yang semakin baik, kita optimistis kualitas kesehatan masyarakat Sergai akan terus meningkat,” tutupnya.
(Red)
