SERGAI, ARKAMEDIA – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Serdang Bedagai mengakui masih menghadapi keterbatasan anggaran dalam pelaksanaan kegiatan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus peredaran narkotika di wilayahnya, Minggu (14/6).
Kepala BNNK Serdang Bedagai, AKBP Siti Rohani Tampubolon, menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya tetap memiliki kewenangan untuk melakukan penindakan terhadap pelaku tindak pidana narkotika. Namun, pelaksanaan tugas tersebut saat ini terkendala oleh minimnya dukungan anggaran operasional, khususnya untuk kegiatan penyelidikan dan penyidikan.
“Kami bukan tidak memiliki kewenangan. Kewenangan itu tetap ada, namun saat ini kami terkendala pada ketersediaan anggaran untuk kegiatan penyelidikan dan penyidikan,” ujar AKBP Siti Rohani saat dikonfirmasi, Sabtu (13/6) kemarin saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan Operasi Bersinar yang dilakukan melalui penggerebekan di lokasi yang diduga menjadi sarang peredaran narkoba, BNNK Sergai berhasil mengamankan dua orang yang kedapatan memiliki barang bukti narkotika. Kedua tersangka tersebut selanjutnya diserahkan kepada Polres Serdang Bedagai untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain melakukan penindakan, BNNK Sergai juga terus mengedepankan pendekatan rehabilitasi bagi pengguna narkotika. Dalam operasi yang digelar pada April lalu, puluhan pengguna narkoba yang dinyatakan positif berdasarkan hasil pemeriksaan diamankan dan menjalani proses asesmen.
Dari hasil asesmen tersebut, sebagian besar pengguna diketahui memiliki tingkat ketergantungan yang relatif rendah sehingga direkomendasikan menjalani rehabilitasi sesuai prosedur. Sementara dua orang lainnya dirujuk ke Panti Rehabilitasi Jopan setelah hasil pemeriksaan dokter menunjukkan perlunya penanganan lebih intensif.
AKBP Siti Rohani juga mengungkapkan bahwa dalam operasi yang dilakukan di tiga kafe berbeda, pihaknya menemukan tujuh orang yang positif menggunakan narkotika. Seluruhnya telah menjalani proses rehabilitasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, BNNK Sergai memastikan komitmennya dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika tetap berjalan. Menurutnya, keberhasilan perang melawan narkoba tidak hanya bergantung pada aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Kita harus bekerja sama agar peredaran narkoba di Sergai tidak semakin marak dan meluas. Kita harus menyelamatkan generasi muda, khususnya para pelajar, agar tidak menjadi korban penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.
Sebagai langkah pencegahan, BNNK Sergai terus menggencarkan program sosialisasi dan edukasi bahaya narkoba hingga ke tingkat desa. Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Kami terus melakukan sosialisasi dan pencegahan hingga ke desa-desa. Kami mengajak para kepala desa untuk bersama-sama merangkul masyarakat dan memperkuat komitmen dalam memberantas narkoba. BNNK tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari media, Forkopimda, pemerintah desa, hingga seluruh lapisan masyarakat agar upaya pemberantasan narkoba dapat berjalan maksimal,” pungkas AKBP Siti Rohani.
Gencar Berantas Narkoba, Kepala BNNK Sergai Hanya Amankan Sekelas ‘Pemakai’
Berita sebelumnya, Upaya pemberantasan narkotika yang terus digencarkan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Serdang Bedagai di bawah kepemimpinan AKBP Siti Rohani Tampubolon, S.E., M.H. mendapat perhatian publik. Pasalnya, dari sejumlah operasi dan razia yang dilakukan beberapa waku lalu, mayoritas pihak yang diamankan masih didominasi pemakai (pengguna) atau penyalahguna narkotika yang kemudian berujung menjalani rehabilitasi.
Meski berbagai operasi penindakan dan razia telah dilakukan secara berkelanjutan, hingga saat ini para wartawan yang bertugas di Kabupaten Serdang Bedagai mengaku belum memperoleh keterangan resmi dari Kepala BNNK Sergai terkait perkembangan proses hukum terhadap para terduga pelaku yang diamankan dalam sejumlah operasi tersebut.
(Red)
