SUMUT, ARKAMEDIA– Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite kembali dikeluhkan masyarakat di Kota Tebing Tinggi dan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara. Kondisi tersebut memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan memunculkan harapan agar pemerintah segera mengambil langkah konkret.
Pantauan di lapangan pada Selasa (14/7/2026) menunjukkan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mengular di sejumlah SPBU. Salah satunya terjadi di SPBU 14.202.154 yang berada di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Pabatu, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebing Tinggi. Sejak pagi hari, para pengendara tampak mengantre dalam waktu yang cukup lama demi memperoleh Pertalite.
Seorang warga yang ditemui saat mengantre mengaku kondisi tersebut telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, kelangkaan Pertalite sangat memberatkan masyarakat, terutama mereka yang menggantungkan pekerjaan pada kendaraan bermotor.
“Setiap hari saya berangkat kerja harus menghadapi antrean panjang di hampir setiap SPBU di wilayah Serdang Bedagai dan Tebing Tinggi. Kalau Pertalite habis, saya terpaksa membeli dari pengecer dengan harga jauh lebih mahal, berkisar Rp20.000 hingga Rp30.000 per liter. Tentu ini sangat membebani kami sebagai masyarakat kecil,” ungkapnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, fenomena antrean panjang tidak hanya terjadi di Kota Tebing Tinggi, tetapi juga di berbagai SPBU di Kabupaten Serdang Bedagai. Kondisi tersebut disebut hampir terjadi setiap hari dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Dampaknya dirasakan langsung oleh para pekerja, pelaku usaha mikro, pengemudi angkutan, hingga masyarakat yang bergantung pada kendaraan bermotor untuk menunjang aktivitas ekonomi sehari-hari. Waktu yang terbuang akibat antrean panjang dinilai turut memengaruhi produktivitas dan pendapatan mereka.
Masyarakat berharap pemerintah bersama PT Pertamina Patra Niaga dan instansi terkait segera turun ke lapangan untuk mengevaluasi distribusi BBM bersubsidi, mengidentifikasi penyebab kelangkaan, serta memastikan pasokan Pertalite kembali normal di seluruh SPBU wilayah Tebing Tinggi dan Serdang Bedagai.
Selain itu, warga juga meminta adanya solusi yang cepat, transparan, dan berkelanjutan agar kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi, aktivitas ekonomi tidak terganggu, serta kepercayaan publik terhadap pelayanan distribusi energi tetap terjaga.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab terjadinya kelangkaan Pertalite di wilayah Tebing Tinggi dan Serdang Bedagai.
(Red)
