SERGAI, ARKAMEDIA.ID — Duka mendalam menyelimuti keluarga besar TNI Angkatan Darat dan masyarakat Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Koperal Dua (Kopda) Anumerta Rico Pramudia, prajurit TNI AD yang gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon, dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Jalan T. Imam Bonjol, Lubuk Pakam, Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 09.34 WIB.
Sebelum dimakamkan, jenazah almarhum terlebih dahulu dishalatkan di halaman rumah duka di Dusun VII, Desa Dolok Manampang, Kecamatan Dolok Masihul, sekitar pukul 06.00 WIB. Prosesi persemayaman hingga pemberangkatan jenazah dilaksanakan secara militer dan dipimpin oleh Kepala Staf Kodam I/Bukit Barisan.
Dalam amanatnya, Kasdam I/Bukit Barisan, Brigjen TNI Deki Santoso Pattinaya, menyampaikan bahwa upacara persemayaman merupakan bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum sebagai prajurit terbaik bangsa yang gugur dalam tugas mulia bersama Satgas TNI Kontingen Garuda (Konga) 23-S UNIFIL.
“Kami atas nama Pangdam I/Bukit Barisan dan seluruh keluarga besar Kodam I/BB menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni dosa-dosanya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujarnya.
Ia menegaskan, kepergian almarhum merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi institusi TNI AD dan bangsa Indonesia. Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai sosok prajurit yang berdedikasi tinggi, berani, dan setia dalam menjalankan tugas hingga akhir hayat.
“Pengabdian almarhum adalah kehormatan yang akan selalu dikenang dan menjadi teladan bagi seluruh prajurit,” tambahnya.
Usai upacara persemayaman, jenazah diberangkatkan menuju TMP Lubuk Pakam dengan iring-iringan puluhan kendaraan. Setibanya di lokasi pemakaman, prosesi pemakaman militer kembali digelar dan dipimpin oleh Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Joko Hadi Susilo selaku Inspektur Upacara.
Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman. Tembakan salvo kehormatan dilepaskan saat jenazah dibawa menuju liang lahat dan kembali terdengar saat prosesi penurunan jenazah ke dalam makam, sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum.
Diketahui, Kopda Anumerta Rico Pramudia merupakan bagian dari Satgas Kontingen Garuda UNIFIL yang bertugas di Lebanon Selatan. Ia gugur pada 24 April 2026 setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Beirut akibat luka berat yang dideritanya dalam serangan tank Israel di dekat Al-Kushair.
Insiden tersebut menambah daftar prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian dunia. Tercatat, sebanyak empat personel TNI dilaporkan gugur dalam peristiwa tersebut, akibat serangan proyektil dan luka fatal lainnya saat menjalankan tugas di wilayah konflik.
Pengorbanan para prajurit ini menjadi bukti nyata komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
(Redaksi ARKAMEDIA.ID)

