SERGAI, ARKAMEDIA – Pernyataan Bupati Serdang Bedagai (Sergai), H. Darma Wijaya, yang menyebut kemungkinan Bupati Sergai selanjutnya dijabat seorang perempuan, memunculkan perhatian terhadap sejumlah tokoh perempuan yang selama ini aktif di pemerintahan, legislatif, dan organisasi kemasyarakatan.
Sedikitnya tiga nama tokoh perempuan yang menjadi perhatian dalam perbincangan tersebut, yakni Ny. Hj. Rosmaida Saragih Darma Wijaya, Hj. Sugiatik, S.Ag., M.M., dan Hj. Yanti Handayani Siregar, S.H., M.Pd.
Ketiganya memiliki latar belakang dan peran berbeda dalam kehidupan publik di Kabupaten Serdang Bedagai. Namun, hingga kini, belum ada pernyataan resmi yang menyebut salah satu dari mereka dipersiapkan atau ditetapkan sebagai calon Bupati Sergai mendatang.
Pernyataan Darma Wijaya Jadi Perhatian
Pernyataan tersebut disampaikan Darma Wijaya saat memberikan sambutan dalam acara pengukuhan Pengurus Daerah Matahari Pagi Indonesia (MPI) Kabupaten Serdang Bedagai periode 2026–2031 di Aula Sultan Serdang, Kompleks Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Jumat (16/10/2026).
Di hadapan para undangan, Darma Wijaya menyinggung sejumlah institusi di Sergai yang saat ini atau sebelumnya dipimpin perempuan, mulai dari Polres Sergai, Pengadilan Agama, Pengadilan Negeri, hingga Kejaksaan Negeri.
“Sekarang Polres Sergai, Pengadilan Agama, Pengadilan Negeri, bahkan sebelumnya Kejaksaan Negeri, semuanya dipimpin sosok perempuan. Bisa jadi Bupati selanjutnya perempuan,” ujar Darma Wijaya sambil tersenyum.
Pernyataan tersebut menarik perhatian karena disampaikan dalam momentum pengukuhan Sugiatik sebagai Ketua MPI Sergai periode 2026–2031.
Ucapan itu kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: apakah pernyataan tersebut sekadar pandangan tentang peluang kepemimpinan perempuan atau menjadi sinyal politik yang mengundang beragam penafsiran?
Tiga Tokoh Perempuan yang Menjadi Perbincangan
- Ny. Hj. Rosmaida Saragih Darma Wijaya
Rosmaida Saragih Darma Wijaya dikenal sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Serdang Bedagai. Perannya dalam organisasi pemberdayaan keluarga menempatkannya dalam lingkungan kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan di Sergai.
Namanya turut masuk dalam perbincangan mengenai peluang perempuan mengambil peran lebih besar dalam kepemimpinan daerah. Meski demikian, belum ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi adanya rencana pencalonannya sebagai Bupati Sergai.
- Hj. Sugiatik, S.Ag., M.M.
Sugiatik merupakan anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Serdang Bedagai selama tiga periode.
Selain berkiprah di lembaga legislatif, Sugiatik kini dipercaya memimpin Matahari Pagi Indonesia (MPI) Kabupaten Serdang Bedagai periode 2026–2031.
Pengalaman di legislatif tingkat kabupaten dan provinsi serta keterlibatannya dalam organisasi menjadi bagian dari rekam jejak publik yang dimilikinya.
Menariknya, pernyataan Darma Wijaya mengenai kemungkinan Bupati Sergai berikutnya perempuan disampaikan bertepatan dengan pengukuhan Sugiatik sebagai Ketua MPI Sergai. Namun, belum ada konfirmasi bahwa kedua momentum tersebut memiliki keterkaitan dengan agenda politik tertentu.
- Hj. Yanti Handayani Siregar, S.H., M.Pd.
Nama berikutnya adalah Hj. Yanti Handayani Siregar, yang hingga saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Serdang Bedagai dari Fraksi Hanura sekaligus Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Serdang Bedagai.
Keterlibatannya di lembaga legislatif dan organisasi kemanusiaan menambah daftar tokoh perempuan yang aktif dalam kehidupan publik di Sergai.
Seperti dua nama lainnya, belum ada pernyataan resmi yang memastikan bahwa Yanti Handayani Siregar memiliki rencana untuk maju dalam kontestasi pemilihan kepala daerah mendatang.
Kode Keras atau Sekadar Pernyataan?
Pernyataan Darma Wijaya mengenai kemungkinan perempuan menjadi Bupati Sergai berikutnya masih terbuka terhadap berbagai penafsiran.
Di satu sisi, ucapan tersebut dapat dipandang sebagai pengakuan terhadap terbukanya ruang kepemimpinan perempuan di daerah. Di sisi lain, kemunculan sejumlah nama perempuan yang memiliki rekam jejak di bidang pemerintahan, legislatif, dan organisasi membuat pernyataan itu menarik untuk dicermati dalam dinamika politik lokal.
Meski demikian, menyebut pernyataan tersebut sebagai kode keras politik masih sebatas interpretasi. Belum ada bukti atau pernyataan resmi yang memastikan bahwa Darma Wijaya sedang memberikan dukungan politik kepada salah satu tokoh yang disebutkan.
Pada akhirnya, peluang kepemimpinan daerah tidak hanya berkaitan dengan popularitas nama, tetapi juga proses politik, dukungan masyarakat, persyaratan pencalonan, serta keputusan masing-masing tokoh.
Lantas, apakah pernyataan Darma Wijaya menjadi isyarat terbukanya peluang bagi salah satu dari tiga tokoh perempuan tersebut, atau justru akan muncul nama lain yang selama ini belum banyak diperbincangkan?
Dinamika politik Sergai ke depan masih menarik untuk dicermati.
(Red)
