SERGAI, ARKAMEDIA – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Sei Buluh, Kecamatan Teluk Mengkudu, Aranda Muttaqi, bersama Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Serdang Bedagai (Sergai), Nurhasanah Ritonga, hingga kini memilih bungkam saat dikonfirmasi terkait beredarnya unggahan viral di media sosial Facebook yang mempersoalkan pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Unggahan tersebut diposting oleh akun Facebook Muhammad Rizzaashauqi dan mulai viral pada Senin (22/12/2025). Dalam unggahannya, ia mengeluhkan menu MBG yang diterima anak-anak sekolah diduga tidak sesuai dengan harga atau anggaran yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Upaya konfirmasi yang dilakukan Arkamedia.id kepada Kepala SPPG Teluk Mengkudu, Aranda Muttaqi, serta Koordinator BGN Wilayah Sergai, Nurhasanah Ritonga, hingga berita ini ditayangkan pada Rabu (24/12/2025), belum membuahkan hasil. Keduanya belum memberikan tanggapan maupun keterangan resmi.
Keluhan Orang Tua Murid Viral di Media Sosial

Sebelumnya diberitakan, sebuah unggahan di media sosial Facebook milik akun Muhammad Rizzaashauqi, warga Desa Pematang Setrak, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, menuai perhatian publik. Dalam unggahannya, ia menyampaikan keluhan terkait paket MBG yang diterima dua orang anaknya yang bersekolah di SD Negeri 104294 dan SMK Pondok Matapao.
Ia menduga paket MBG tersebut berasal dari SPPG Desa Sei Buluh. Menurutnya, isi paket MBG yang diterima antara lain dua buah pisang, dua butir telur rebus, satu buah apel kecil, tiga butir kelengkeng, satu bungkus kerupuk tempe seharga sekitar Rp1.000, satu bungkus kacang madu sekitar Rp1.000, dua bungkus roti seharga sekitar Rp2.000, serta dua bungkus makanan ringan seharga sekitar Rp1.000.
Muhammad Rizzaashauqi mengaku telah dihubungi pihak SPPG yang menyampaikan bahwa hal tersebut terjadi akibat miskomunikasi dengan pihak sekolah, serta menu tersebut disebutkan untuk jatah tiga hari. Namun demikian, ia menilai nilai dan jumlah makanan yang diterima tetap tidak sesuai.
“Kalau dihitung-hitung, itu pun tidak ada tiga hari. Bukan saya tidak bersyukur, tapi kalau dari kecil anak bangsa dibiasakan seperti ini, bagaimana ke depannya,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Ia juga memperkirakan anggaran MBG sebesar Rp10 ribu per anak per hari. Jika dikalikan empat hari, seharusnya mencapai Rp40 ribu. Namun, menurut perhitungannya, nilai makanan yang diterima hanya sekitar Rp20 ribu.
“Harapan saya, sesuaikanlah dana yang dibagikan ke anak-anak. Masa dana yang ada tidak sesuai dengan yang diterima,” ujarnya.
Unggahan tersebut mendapat beragam tanggapan dari warganet. Akun Facebook Eima May menulis komentar, “Bagus diganti aja, nggak ribet, daripada komplain. Adil pada korupsi juga.” Sementara akun Adi berkomentar, “MBG mau untung banyak itu, buk.”
Media Buka Ruang Hak Jawab
Hingga berita ini diturunkan, Arkamedia.id masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait, termasuk Koordinator Wilayah Program MBG Kabupaten Serdang Bedagai, Nurhasanah Ritonga, melalui berbagai saluran komunikasi. Namun, belum ada tanggapan yang diterima.
Arkamedia.id menegaskan tetap membuka ruang hak jawab dan akan memuat klarifikasi atau penjelasan resmi dari pihak terkait guna menjaga prinsip keberimbangan, akurasi, dan profesionalisme sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik.
(SYF)
Foto: IIlustrasi

