SERGAI, ARKAMEDIA – Aksi pencurian sepeda motor kembali terjadi di wilayah Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Kali ini, satu unit Honda Beat yang masih dalam kondisi baru raib digasak pelaku di depan Alfamart Desa Firdaus, Jalinsum Medan–Tebing Tinggi, Kamis (26/2/2026).
Peristiwa tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) milik Alfamart. Dari rekaman yang beredar, terlihat dua orang pelaku mengenakan topi mendekati sepeda motor yang terparkir di depan gerai. Salah satu pelaku kemudian mengeluarkan kunci T dan merusak kunci kontak. Dalam hitungan menit, kendaraan itu berhasil dibawa kabur ke arah Medan.
Sepeda motor tersebut sebelumnya digunakan Dodi, personel Satpol PP Sergai, untuk membeli minuman. Ia memarkirkan kendaraan itu sekitar 10 menit sebelum kembali keluar dari toko.
“Sekitar 10 menit saja ditinggal. Begitu keluar, sepeda motor sudah tidak ada,” ujar Dodi kepada wartawan.
Ia menjelaskan, kendaraan tersebut merupakan milik rekannya sesama personel Satpol PP di lingkungan Pemkab Sergai. Saat kejadian, sepeda motor masih dalam kondisi baru dan bahkan belum memiliki nomor polisi karena baru keluar dari dealer.
Kasus ini menambah daftar panjang pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Desa Firdaus dan sekitarnya. Berdasarkan data yang dihimpun, sebelumnya satu unit Yamaha NMax BK 5178 XBJ juga dilaporkan hilang di halaman parkir Masjid Nurul Hasanah, Dusun VII, Desa Firdaus, Minggu (28/12/2026). Kejadian itu pun terekam kamera pengawas.
Tak hanya itu, tiga pekan lalu, satu unit Honda Supra X milik Rijal, warga Desa Firdaus, juga hilang saat diparkir di halaman Masjid Al-Abror.
Erwin (45), nazir Masjid Al-Abror, mengungkapkan dalam kurun waktu lima bulan terakhir telah terjadi tiga kali pencurian sepeda motor di area masjid tersebut saat jamaah tengah melaksanakan ibadah salat.
“Sudah darurat sekali di Firdaus, Sei Rampah ini. Sudah cukup banyak yang kehilangan sepeda motor, tapi satu kasus pun belum ada yang terungkap,” ungkap Erwin.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sergai AKP B. Situngkir saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya tengah berupaya melakukan penyelidikan guna mengungkap kasus tersebut.
Rangkaian peristiwa ini memicu keresahan masyarakat. Warga berharap aparat penegak hukum dapat meningkatkan patroli serta segera mengungkap jaringan pelaku curanmor yang diduga beraksi secara sistematis di wilayah tersebut. (Red)

