SERGAI | ARKAMEDIA – Keberadaan dapur arang batok kelapa yang beroperasi di Dusun VII dan Dusun VIII, Desa Sei Rampah Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), dikeluhkan warga sekitar. Aktivitas tersebut dinilai menimbulkan kabut asap pekat, terutama pada malam hari, yang berdampak pada kenyamanan dan kesehatan masyarakat.
Warga menyebutkan, proses pembakaran batok kelapa umumnya dilakukan pada sore hingga malam hari. Asap tebal disertai partikel halus beterbangan ke permukiman, sehingga menyebabkan gangguan pernapasan, rasa sesak, serta iritasi pada mata.
“Jika pembakaran sudah dimulai, asapnya sangat menyengat dan menyesakkan pernapasan. Mata juga terasa perih,” ujar salah seorang warga Dusun VII Kampung Pala yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Rabu (11/2/2026) siang, di Sei Rampah.
Keluhan serupa juga disampaikan warga Dusun VIII Pelintahan. Menurut mereka, asap dari pembakaran batok kelapa memiliki ciri khas yang mudah dikenali dan berbeda dari asap pada umumnya. Warga mengaku telah beberapa kali menyampaikan keluhan tersebut kepada aparat desa, namun hingga kini aktivitas pembakaran masih berlangsung.
“Kami bisa membedakan asap pembakaran batok kelapa dengan asap lainnya. Keluhan sudah sering disampaikan ke pihak desa, tetapi kegiatan itu masih terus berjalan,” ungkap warga lainnya.
Warga berharap pemerintah desa, kecamatan, serta instansi terkait, termasuk dinas yang membidangi lingkungan hidup, dapat segera melakukan peninjauan dan penanganan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Langkah tersebut dinilai penting guna melindungi kesehatan masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan di sekitar kawasan permukiman.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola dapur arang batok kelapa belum diketahui sedangkan aparat desa setempat dan dinas terkait masih dalam upaya konfirmasi pemberitaan lebih lanjut. (Red)

