AiSERGAI, ARKAMEDIA — Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sei Rampah menuai sorotan. Sejumlah pihak menilai dapur pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut belum memenuhi standar kelayakan, baik dari sisi bangunan maupun pengelolaan lingkungan.
Pengamat Sosial Serdang Bedagai, Syaifuddin SE, yang juga menjabat sebagai Dewan Pendidikan Sergai, meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi terhadap izin operasional SPPG Sei Rampah. Dapur MBG tersebut diketahui beroperasi di bangunan rumah toko (ruko) di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Dusun VI, Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).
“Program MBG bukan sekadar menjalankan agenda nasional, tetapi harus mengedepankan aspek kelayakan, kebersihan, keamanan, dan higienitas. Ini menyangkut kesehatan serta keselamatan penerima manfaat yang mayoritas pelajar dan balita,” ujar Syaifuddin kepada wartawan, Jumat (13/2).
Ia menilai secara kasat mata ukuran bangunan SPPG Sei Rampah tidak memenuhi standar. Lokasinya yang berada persis di tepi Jalinsum tanpa halaman dan pagar dinilai berpotensi menimbulkan risiko. Selain itu, ia juga menyoroti kondisi lingkungan sekitar dapur yang kerap terlihat tumpukan sampah dan keranjang, sehingga menimbulkan kesan kumuh.
Lebih lanjut, Syaifuddin mengungkapkan dugaan persoalan pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Ia menyebut air limbah dapur diduga langsung dialirkan ke drainase di depan bangunan, yang mengindikasikan IPAL belum berfungsi sesuai ketentuan.
“IPAL merupakan syarat mutlak bagi dapur SPPG. Jika benar tidak memenuhi standar, kami minta Satgas Percepatan Penyelenggara Program MBG di Sergai turun langsung melakukan evaluasi. Bila terbukti tidak layak, izin operasionalnya perlu dicabut atau dihentikan sementara,” tegasnya.
Ia juga mendorong Satgas agar lebih proaktif meninjau seluruh SPPG di Sergai guna memastikan program MBG berjalan aman dan memenuhi prinsip zero accident (nihil kecelakaan).
Menurutnya, keberadaan satu atau dua dapur yang tidak memenuhi standar dikhawatirkan dapat mencoreng citra SPPG lain yang telah sesuai ketentuan, sekaligus berdampak pada nama baik Pemerintah Kabupaten Sergai di bawah kepemimpinan Bupati Darma Wijaya.
IPAL Dinilai di Bawah Standar
Secara terpisah, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Sergai, Reza Firmansyah, membenarkan pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap IPAL SPPG Sei Rampah pada Kamis (12/2).
“Hasil pengecekan menunjukkan IPAL SPPG Sei Rampah masih di bawah standar. Pihak pengelola sudah mulai melakukan pembenahan dengan menambah kolam pengolahan limbah. Kami memberikan tenggang waktu enam hari sebagai bentuk pembinaan,” jelas Reza.
Sementara itu, Kepala SPPG Sei Rampah, Rico Hartono Hutagaol, saat dikonfirmasi melalui layanan WhatsApp pada Jumat sore, menyatakan pihaknya telah menindaklanjuti seluruh catatan yang disampaikan Dinas Perkim LH.
“Untuk seluruhnya sudah kami tindak lanjuti sesuai prosedur dan saat ini sedang berlangsung upaya perbaikan,” ujarnya singkat.
ARKAMEDIA akan terus memantau perkembangan evaluasi SPPG Sei Rampah guna memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai standar kelayakan, keamanan, dan kesehatan bagi masyarakat penerima manfaat.
Sebelumnya, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sei Rampah, Rico Hartono Hutagaol, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di SPPG Sei Rampah telah tersedia dan berfungsi.
“Untuk pengelolaan IPAL, kami sudah memilikinya. Pada Kamis ini juga akan dilakukan penambahan serta pembuatan saluran pembuangan air guna memastikan aliran limbah terkelola dengan baik. Seluruh sistem tersebut akan dipantau secara rutin setiap hari,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan kepala dusun setempat serta pihak yayasan terkait pengelolaan limbah dan operasional dapur MBG.
Terkait peralatan operasional, Rico menegaskan bahwa seluruh fasilitas yang digunakan telah sesuai dengan jumlah dan ketentuan yang tercantum dalam petunjuk teknis (juknis).
“Termasuk mesin pengering ompreng yang sejak awal sudah tersedia dan digunakan sesuai kebutuhan,” katanya.
Rico juga memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional SPPG Sei Rampah telah berjalan sesuai prosedur serta terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. “Kami terus menjalin koordinasi dengan kepala dusun dan yayasan demi kelancaran serta pengawasan kegiatan. Terima kasih,” pungkasnya.

