SERGAI, ARKAMEDIA – Seorang nelayan bernama Amhar alias Ayong (47), warga Dusun III, Desa Pantai Cermin Kanan, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang akibat kapalnya terbalik di muara Sungai Pantai Cermin, perairan Selat Malaka.
Kasat Polairud Polres Sergai, AKP P. Sitinjak, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa insiden nahas itu terjadi pada Kamis (23/10/2025) sekitar pukul 18.00 WIB, ketika korban bersama rekannya berangkat melaut untuk melabuh bubu atau tangkul kepiting.
Diduga, kapal yang mereka tumpangi terbalik akibat arus deras dan ombak besar di sekitar satu mil dari bibir pantai.
“Benar, korban di Pantai Cermin telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Sementara satu korban lain di wilayah Sialang Buah masih dalam pencarian,” ujar AKP Sitinjak kepada wartawan, Sabtu (25/10/2025).
Pencarian terhadap korban dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari personel Sat Polairud Polres Sergai, Polsek Pantai Cermin, TNI (Koramil dan Kamla), serta masyarakat nelayan setempat. Operasi pencarian dimulai pada Jumat pagi (24/10/2025) sekitar pukul 06.00 WIB.
Sekitar satu jam kemudian, pukul 07.00 WIB, korban ditemukan oleh warga, Sharil (55) dan Bohari (50), di bibir pantai Indosat, sekitar satu mil ke arah timur dari lokasi kapal tenggelam, tepatnya di Dusun IV Karya Tani, Desa Pantai Cermin Kiri, Kecamatan Pantai Cermin.
“Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Dusun III, Desa Pantai Cermin Kanan. Pihak keluarga menolak dilakukan visum luar dan memilih untuk langsung memakamkan korban,” tambah AKP Sitinjak.
Hingga berita ini diterbitkan, tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap satu nelayan lain yang dilaporkan hilang dalam insiden terpisah di perairan Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai.
Pihak kepolisian mengimbau para nelayan untuk lebih berhati-hati dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut, mengingat intensitas gelombang laut di wilayah perairan Sergai kerap meningkat pada sore hingga malam hari. (Red)

