MEDAN | ARKAMEDIA — Ketua Pimpinan Daerah (PD) Al Washliyah Kota Medan, Dr. Abdul Hafiz Harahap, mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk membentuk kembali Dinas Kebudayaan sebagai perangkat daerah yang berdiri sendiri. Langkah tersebut dinilai penting guna menjaga eksistensi Kota Medan sebagai kota besar yang multikultural dan kaya akan nilai-nilai budaya.
“Pembentukan kembali Dinas Kebudayaan sangat penting demi menjaga, melestarikan, serta mengembangkan kekayaan budaya Kota Medan yang multikultural,” ujar Abdul Hafiz Harahap di Medan, Kamis (22/1/2026).
Pengamat kebudayaan itu menilai, saat ini urusan kebudayaan di Kota Medan masih dilebur dalam Dinas Pendidikan, sehingga perhatian dan pengelolaannya belum berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
“Padahal, Kota Medan memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, mulai dari etnis Melayu, Mandailing, Karo, Batak, Tionghoa, Minangkabau, hingga etnis lainnya. Keragaman ini merupakan identitas sekaligus kekuatan sosial Kota Medan,” ujar Hafiz, sapaan akrabnya.
Menurutnya, keberadaan Dinas Kebudayaan yang berdiri sendiri akan sangat strategis dalam menyusun kebijakan kebudayaan yang fokus, terarah, dan berkesinambungan. Selain itu, dinas khusus tersebut juga berperan penting dalam perlindungan cagar budaya serta pelestarian warisan sejarah Kota Medan.
“Dinas Kebudayaan dapat membina para pelaku seni dan komunitas budaya secara terarah, sekaligus mendorong kebudayaan sebagai daya tarik pariwisata dan penggerak ekonomi kreatif daerah,” terangnya.
Lebih lanjut, Hafiz menegaskan bahwa usulan ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang menegaskan peran pemerintah daerah dalam perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan.
Ia berharap Wali Kota Medan Rico Waas bersama DPRD Kota Medan dapat mempertimbangkan aspirasi tersebut secara serius sebagai bagian dari pembangunan kota yang berkelanjutan.
“Pembangunan tidak hanya soal ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga penguatan jati diri dan nilai-nilai budaya. Medan adalah kota besar dengan sejarah panjang dan keberagaman budaya yang luar biasa,” tegasnya.
Abdul Hafiz menambahkan, Al Washliyah Kota Medan berkomitmen untuk mengawal usulan ini agar mendapatkan respons konkret dari Pemko Medan dan DPRD Kota Medan.
“Sudah seharusnya kebudayaan dikelola oleh dinas khusus agar tidak terpinggirkan. Al Washliyah akan terus mengawal aspirasi ini,” pungkasnya.
(FQ)

