TEBING TINGGI | ARKAMEDIA — Seorang wanita lanjut usia (lansia) bernama Suliyem (67), warga Kelurahan Berohol, Kecamatan Bajenis, Kota Tebing Tinggi, diduga ditolak mendapatkan pelayanan medis di RSU Kumpulan Pane dengan alasan keterbatasan ruang perawatan.
Peristiwa tersebut menuai perhatian publik setelah video keluhan keluarga pasien beredar luas dan viral di media sosial (medsos) Facebook, memicu keprihatinan dan reaksi warganet terhadap layanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.
Anak korban, Sunita (40), menuturkan bahwa dirinya sangat terpukul atas penolakan tersebut, mengingat kondisi ibunya saat itu sudah dalam keadaan kritis.
“Mamak saya sudah sekarat, bahkan sudah hampir meninggal. Tapi pihak rumah sakit menyampaikan ruangan penuh dan menyuruh kami mencari rumah sakit lain,” ujar Sunita kepada wartawan, Kamis (8/1).
Sunita menjelaskan, sejak pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, ia telah berupaya mencari pertolongan dengan meminta bantuan Kepala Lingkungan I Kelurahan Berohol, Kecamatan Bajenis, bernama Didung, untuk meminjam ambulans milik seorang warga setempat, Acai Sembada.
Tak lama berselang, ambulans tersebut tiba di rumah Sunita dan langsung membawa Suliyem ke RSU Kumpulan Pane. Namun setibanya di rumah sakit, pihak keluarga justru mengaku tidak mendapatkan penanganan awal.
“Saya sudah pontang-panting dari pagi mencari kendaraan. Begitu sampai di rumah sakit, orang tua saya malah ditolak dengan alasan ruangan penuh,” katanya dengan nada sedih.
Sunita juga mengungkapkan kondisi ekonomi keluarganya yang sangat memprihatinkan. Ia mengaku berasal dari keluarga tidak mampu dan tengah mengalami kesulitan hidup.
“Kami orang susah, untuk makan saja kadang sulit. Saya sudah satu hari belum makan, ditambah orang tua sakit, tentu saya sangat lemas,” tuturnya.
Menurut Sunita, pihak RSU Kumpulan Pane tidak melakukan pemeriksaan atau upaya penanganan awal terhadap ibunya. Keluarga langsung diarahkan untuk mencari rumah sakit lain.
“Kami tidak disuruh masuk atau dicek dulu. Langsung disarankan mencari rumah sakit lain karena ruangan penuh. Kami memang miskin, tapi kami juga manusia,” ujarnya.
Setelah penolakan tersebut, Sunita kembali meminta bantuan Acai Sembada. Berkat pertolongan tersebut, Suliyem akhirnya berhasil dirujuk dan mendapatkan perawatan medis di RS Chevani Kota Tebing Tinggi.
“Alhamdulillah, berkat bantuan Pak Acai, orang tua saya sekarang sudah dirawat di RS Chevani,” ucap Sunita.
Hingga berita ini diterbitkan, Direktur RSU Kumpulan Pane Kota Tebing Tinggi, dr. Lili, belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan belum mendapat respons.
Kasus ini menjadi sorotan publik dan perbincangan luas di media sosial, terutama Facebook, dengan banyak warganet mendesak adanya evaluasi serius terhadap pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat miskin dan pasien dalam kondisi darurat. Bahkan netizen menyebut medsos resmi diduga milik Walikota Tebingtinggi.
(Red)

