SERGAI | ARKAMEDIA – Wakil Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Adlin Tambunan mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyelaraskan program serta target kerja guna mendukung pencapaian sasaran pembangunan daerah periode 2025–2029.
Penegasan tersebut disampaikannya saat membuka Dialog Kinerja Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai yang digelar di Aula Sultan Serdang, Komplek Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Kamis (9/4/2026).
Dalam arahannya, Wabup Adlin menegaskan bahwa percepatan pencapaian target pembangunan daerah hanya dapat dicapai jika kinerja organisasi dan kinerja individu di lingkungan pemerintah berjalan selaras dan terintegrasi.
“Dialog kinerja merupakan proses komunikasi antara pimpinan dan bawahan yang dilaksanakan secara intensif, terstruktur, berkelanjutan, dan terencana. Melalui dialog ini, pencapaian kinerja individu maupun perangkat daerah dapat diarahkan agar selaras dengan target pembangunan kabupaten,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dialog kinerja tersebut mencakup pembahasan berbagai indikator strategis, mulai dari Indikator Kinerja Utama (IKU) Pemkab Sergai, Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), IKU perangkat daerah, hingga indikator kinerja kunci masing-masing OPD.
Pemkab Sergai sendiri mengusung visi pembangunan daerah 2025–2029 yakni “Penguatan Fondasi Transformasi Pembangunan untuk Sergai Maju, Tangguh, dan Berkelanjutan” dengan tagline “Dambaan Mantab”. Visi tersebut didukung oleh lima misi pembangunan serta lima program prioritas yang dikenal dengan Panca Darma.
Kelima program prioritas tersebut meliputi pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing, penguatan ekonomi produktif, birokrasi dambaan, demokratisasi yang berbudaya dan ramah lingkungan, serta pembangunan infrastruktur yang terintegrasi.
Dalam paparannya, Adlin Tambunan yang juga lulusan doktor Studi Pembangunan itu menyampaikan sejumlah indikator kinerja daerah yang masih memerlukan percepatan.
Untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM), target tahun 2026 ditetapkan sebesar 75,67 poin, sementara capaian saat ini masih 74,69 poin, sehingga masih terdapat selisih 0,98 poin yang harus dikejar.
Selain itu, tingkat kemiskinan daerah ditargetkan turun menjadi 5,90 persen, sedangkan kondisi saat ini masih berada di angka 6,18 persen. Sementara laju pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 5,41 persen, namun realisasi sementara masih 5,07 persen.
Pada sektor ekonomi lainnya, Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita ditargetkan mencapai Rp66,4 juta, sementara capaian saat ini berada pada angka Rp66,02 juta. Adapun tingkat pengangguran terbuka ditargetkan turun menjadi 4,30 persen, sedangkan capaian saat ini masih 4,31 persen.
Meski demikian, beberapa indikator kinerja daerah dinilai telah melampaui target yang ditetapkan. Rasio gini tercatat 0,216 poin, lebih baik dibandingkan target 0,238 poin. Sementara Indeks Reformasi Birokrasi telah mencapai 75,41 poin, melampaui target 74,34 poin.
“Kita harus mempertahankan capaian yang sudah baik ini, sekaligus mempercepat indikator yang masih di bawah target,” tegasnya.
Ia juga menyoroti nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kabupaten Sergai yang saat ini berada pada angka 70,79, masih terpaut 2,93 poin dari target 73,72.
Selain indikator makro tersebut, Pemkab Sergai juga menetapkan tujuh Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pada tahun 2026. Salah satunya adalah peningkatan kualitas jalan kabupaten serta penyelesaian pelebaran jalan nasional.
Untuk program tersebut, persentase jalan mantap ditargetkan mencapai 61,38 persen, namun realisasi saat ini masih berada pada 59,95 persen.
Di sektor pendidikan, pemerintah daerah menargetkan Sekolah Mantab tingkat SD mencapai 50 persen dan tingkat SMP 63 persen. Namun capaian sementara masing-masing baru 45 persen untuk SD dan 60 persen untuk SMP.
Sementara pada sektor kesehatan, target Universal Health Coverage (UHC) sebesar 99 persen bahkan telah tercapai dengan realisasi 100 persen. Meski demikian, Wabup menegaskan pentingnya menjaga tingkat keaktifan peserta di atas 80 persen agar status UHC prioritas tetap terjaga.
“Target UHC memang sudah tercapai, tetapi yang harus dijaga adalah keaktifan peserta. Jangan sampai menurun karena dapat memengaruhi status UHC prioritas,” jelasnya.
Di sektor pertanian, produksi padi juga tercatat melampaui target. Dari target 317.007 ton, realisasi produksi mencapai 356.508 ton. Menurutnya, capaian tersebut harus diikuti dengan upaya peningkatan produktivitas melalui intensifikasi, ekstensifikasi, serta mekanisasi pertanian.
Pada kesempatan itu, Wabup Sergai juga meminta seluruh perangkat daerah menyusun program kerja secara sinergis, terukur, dan berbasis data yang akurat. Ia juga mendorong peningkatan kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam penyediaan serta penyajian data pembangunan daerah.
“Saya minta seluruh perangkat daerah meningkatkan koordinasi, menyusun strategi pencapaian target, rencana aksi, serta langkah konkret untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, Adlin Tambunan menegaskan bahwa dialog kinerja tidak boleh berhenti pada forum tingkat kabupaten. Setiap OPD diminta melaksanakan dialog kinerja rutin setiap hari Rabu di lingkungan kerja masing-masing untuk memantau perkembangan capaian hingga tingkat individu.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala BPS Sergai Marine Sohadi Angkat, S.Si., M.Si, para Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, serta perwakilan perangkat daerah terkait. (Red)

