SERDANG BEDAGAI, ARKAMEDIA— Seorang karyawan kebun PTPN IV Sarang Ginting, Desa Sarang Torop, Kecamatan Dolok Masihul, menjadi korban penembakan menggunakan senapan angin pada Jumat (14/11/2025) sore. Insiden ini terjadi saat korban tengah mengamankan seorang pelaku pencurian sawit.
Kapolsek Dolok Masihul AKP H. D Simanjuntak melalui Kanit Reskrim Polsek Dolok Masihul, Ipda Ismail, menjelaskan kepada Arkamedia bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.10 WIB di Blok 5 TM 2000 Kebun Sarang Ginting. Korban bernama Julianto (47), karyawan kebun sekaligus centeng, mengalami luka tembak di bagian kepala sebelah kanan.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan polisi, kejadian bermula sekitar pukul 17.00 WIB ketika korban mengamankan seorang pelaku pencurian sawit. Pelaku kemudian dibawa ke pos keamanan kebun.
Tidak lama berselang, pelaku lain bernama Pratama alias Tama (30), warga Kelurahan Pekan Dolok Masihul, datang bersama rekannya menggunakan sepeda motor sambil membawa senapan angin jenis PVC (tabung gas). Ia membuat keributan dan melepaskan tembakan ke arah korban, namun tidak mengenai sasaran. Saksi kemudian menghalangi pelaku hingga mereka pergi.
Sekitar pukul 17.30 WIB, kelompok pelaku kembali ke lokasi dengan jumlah lebih banyak sambil membawa senapan angin dan parang panjang. Mereka langsung mendekati korban dan melakukan penganiayaan. Pelaku diduga memukul serta berupaya menebas korban menggunakan parang, namun korban berhasil menghindar.
“Saksi mendengar satu kali suara tembakan. Setelah itu korban terlihat jatuh dan kepalanya berdarah akibat luka tembak,” papar Ipda Ismail, Sabtu (15/11).
Melihat korban terluka, para saksi segera membawa korban ke Rumah Sakit Pamela, Kota Tebing Tinggi, untuk mendapatkan penanganan medis. Pihak rumah sakit kemudian merencanakan rujukan ke rumah sakit lain guna melakukan operasi pengangkatan proyektil.
Meski terluka, korban masih dalam keadaan sadar dan telah memberikan keterangan awal kepada polisi.
Polsek Dolok Masihul telah melakukan serangkaian tindakan, di antaranya: menerima laporan dari pihak kebun, mengecek kondisi korban di rumah sakit, melakukan penyelidikan awal, dan berkoordinasi dengan Unit I Sat Reskrim Polres Sergai untuk memburu para pelaku.
“Kami sudah mengidentifikasi terduga pelaku dan saat ini upaya pengejaran terus dilakukan,” tegas Ipda Ismail.
Rencana Tindak Lanjut
Penyidik akan melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi, pendalaman laporan korban, serta pencarian para pelaku yang masih melarikan diri.
Polisi memastikan perkembangan penanganan kasus akan disampaikan secara berkala.

