Sergai, ARKAMEDIA — Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) selama tiga hari terakhir menyebabkan empat kecamatan terendam banjir, Kamis (27/12/2025). Air yang meluap tidak hanya menggenangi permukiman warga, tetapi juga merendam lahan perkebunan dan pertanian.
Kepala Pelaksana BPBD Sergai, Abdul Rahman Purba, mengatakan banjir dipicu oleh meningkatnya debit air sungai, termasuk luapan Sungai Sibarau yang telah melewati tanggul di Kecamatan Dolokmasihul sejak Rabu (26/11/2025) sore.
“Curah hujan tinggi membuat air sungai tidak mampu menahan debit yang terus naik. Beberapa titik pun mulai tergenang,” ujarnya.
Empat kecamatan terdampak meliputi Sipispis, Tebing Syahbandar, Dolokmasihul, dan Perbaungan, dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 60 sentimeter.
BPBD mencatat data sementara jumlah warga terdampak sebagai berikut:
Desa Simalas, Kecamatan Sipispis: 17 KK / 68 jiwa
Desa Penggalian, Kecamatan Tebing Syahbandar: 46 KK / 138 jiwa
Desa Bukit Cermin Hilir, Kecamatan Dolokmasihul: 123 KK / 369 jiwa
Desa Pekan, Kecamatan Perbaungan: masih dalam pendataan
Selain mengganggu aktivitas warga, banjir turut menenggelamkan sekitar 80 hektare lahan perkebunan kelapa sawit dan 60 hektare lahan hortikultura, termasuk tanaman singkong.
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi. Sebagian besar masyarakat memilih bertahan di rumah sambil menunggu air surut.
Pendataan lanjutan masih berlangsung untuk memperbarui jumlah warga terdampak sekaligus memetakan tingkat kerusakan di masing-masing desa.
Untuk meminimalkan dampak banjir, BPBD Sergai bersama perangkat desa, pemerintah kecamatan, TNI/Polri, serta OPD terkait telah melakukan langkah penanganan di sejumlah titik.
“Kami terus melakukan pendataan dan pemantauan di lapangan mengingat curah hujan masih tinggi. Warga kami imbau tetap berhati-hati dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat,” pungkas Abdul Rahman.
BPBD menegaskan bahwa data yang disampaikan saat ini masih bersifat sementara dan akan diperbarui sesuai perkembangan situasi di lapangan.
(red)

