SERGAI — ARKAMEDIA |
Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai dirasakan masyarakat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Serdang Bedagai. Menyikapi kondisi tersebut, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sergai melakukan monitoring langsung ke beberapa titik untuk memastikan situasi di lapangan tetap terkendali.
Kanit Unit II Ekonomi Satreskrim Polres Sergai, IPDA Ibnu Irsyady, S.Tr, menyampaikan tanggapannya kepada Arkamedia melalui pesan WhatsApp, Senin (1/12/2025). Ia membenarkan bahwa terdapat keterbatasan stok di sejumlah SPBU yang menyebabkan antrean panjang masyarakat.
Kondisi Stok BBM di SPBU Sergai
Dalam laporannya, IPDA Ibnu menjelaskan beberapa poin hasil monitoring Unit Ekonomi Satreskrim:
- Stok BBM di SPBU mengalami keterbatasan, khususnya untuk jenis Pertamax, Pertalite, dan Biosolar.
- Empat SPBU berada dalam kondisi kritis, yakni SPBU Firdaus, Sei Jenggi, Sei Buluh, dan Pasar Bengkel, berdasarkan hasil pemantauan melalui sistem Automatic Tank Gauge (ATG).
- Sejumlah SPBU masih menunggu kedatangan truk tangki BBM untuk menambah ketersediaan stok.
- Lonjakan jumlah kendaraan yang melakukan pengisian bahan bakar dalam waktu bersamaan turut memicu antrean panjang.
Rekomendasi Satreskrim Polres Sergai
Untuk meredam dampak kelangkaan dan memastikan distribusi BBM tetap berjalan lancar, Unit Ekonomi Satreskrim memberikan beberapa saran:
- Mendorong pengelola SPBU agar menambah pasokan BBM guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
- Pembatasan dan seleksi penggunaan BBM di SPBU agar ketersediaan tetap merata.
- Melakukan patroli dan pengaturan arus lalu lintas di setiap SPBU untuk mencegah kemacetan dan menjaga keamanan.
IPDA Ibnu juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan, bukan secara berlebihan, agar distribusi tetap merata.
Arkamedia akan terus memantau perkembangan situasi kelangkaan BBM di Kabupaten Serdang Bedagai dan menyampaikan informasi terbaru kepada publik.
[YSN]

