SERGAI, ARKAMEDIA – Kondisi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan–Tebing Tinggi, Sei Rampah yang berada di Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, dikeluhkan warga. Permukaan jalan yang berlubang dan tidak rata diduga terjadi setelah adanya pengorekan jalan oleh pihak terkait menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Sabtu (28/3/2026).
Pantauan di lokasi menunjukkan permukaan jalan negara tersebut mengalami ketidakrataan dan terdapat lubang memanjang yang dinilai membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.
Kondisi tersebut dinilai rawan memicu kecelakaan lalu lintas karena ban kendaraan dapat oleng ketika melintasi bagian jalan yang tidak rata.
Sejumlah warga menilai pengerjaan jalan tersebut terkesan terburu-buru dan belum tuntas, sehingga hasilnya kurang maksimal. Bahkan, beberapa bagian jalan masih tampak bergelombang menyerupai gundukan yang mengganggu kenyamanan pengendara.
Seorang warga setempat yang melintas dan enggan disebutkan namanya mengatakan, sebelumnya kondisi jalan tersebut relatif baik. Namun setelah dilakukan pengorekan, justru muncul lubang memanjang yang membahayakan.
“Kami berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki jalan ini agar kembali mulus dan rata seperti sebelumnya. Ini merupakan jalur utama yang setiap hari dilalui masyarakat maupun kendaraan besar,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan pengguna jalan lainnya. Ia mengaku harus lebih berhati-hati saat melintasi jalur tersebut, terutama pada malam hari atau ketika hujan turun.
“Kalau malam hari apalagi saat hujan, sangat berbahaya. Ban depan sepeda motor bisa goyang kalau tidak hati-hati melewati bagian jalan yang tidak rata itu,” katanya.
Sebagai salah satu jalan negara yang menjadi akses vital penghubung berbagai daerah di Pulau Sumatera, kondisi Jalan Lintas Sumatera dinilai sangat penting untuk menunjang kelancaran mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa.
Warga Serdang Bedagai berharap Pemerintah maupun instansi terkait dapat segera melakukan perbaikan secara maksimal agar kondisi jalan kembali layak dilalui, sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan lancar dan potensi kecelakaan dapat diminimalisir.
(Red/MK)

