SUMUT, ARKAMEDIA – Sejumlah SPBU di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dan Kota Tebing Tinggi, Provinsi Sumatera Utara terpantau antrean panjang karena masyarakat melakukan pengisian BBM, pada hari ini Kamis (5/4). Kondisi ini dinilai adanya rasa kepanikan di tengah masyarakat terkait isu nasional dan dampak perang Iran – AS & Israel.
Masyarakat diduga melakukan panic buying karena kabar minyak akan langka. Sehingga masyarakat rela antre panjang berjam-jam untuk stok BBM kendaraan. Panic buying kini muncul nyata di Kabupaten Serdang Bedagai – Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara.
Antrean kendaraan mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar di Sergai dan Tebing Tinggi pada Kamis (5/3), di tengah lonjakan harga minyak global dan gejolak pasar keuangan akibat perang di Timur Tengah.
Warga terlihat memilih mengisi penuh tangki kendaraan mereka karena khawatir harga BBM akan terus naik. Operator SPBU melaporkan antrean lebih panjang dari biasanya.
Tanda-tanda panic buying bahan bakar minyak (BBM) mulai terlihat di dunia. Hal ini terjadi karena kekhawatiran kekurangan pasokan minyak dari Timur Tengah akibat serangan Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran, dan penutupan Selat Hormuz, jalur 20 persen minyak global, sebagai pembalasan Teheran.
Pantauan ARKAMEDIA, terlihat SPBU Sei Bamban, SPBU Sukadami, serta SPBU Rampah Kiri Sei Rampah ramai masyarakat antre panjang. Begitu juga SPBU Simpang Beo Tebing Tinggi dan SPBU Simpang Rambung mengalami antrean panjang. Namun, ada sejumlah SPBU di Sergai dan Tebing Tinggi juga mengalami stok minyak BBM sudah habis.
Kemudian beberapa pihak SPBU yang dikonfirmasi ARKAMEDIA menyatakan stok BBM masih banyak dan aman. Antrean disebut diduga akibat rasa kepanikan di tengah masyarakat.
Kasat Reskrim Polres Sergai, AKP B. Situngkir saat dikonfirmasi ARKAMEDIA menyebutkan bahwa stok BBM masih aman di SPBU.
Hal senada juga disampaikan Kasat Reskrim Polres Tebing Tinggi AKP Budi Sihombing kepada ARKAMEDIA yang menegaskan stok BBM aman dan antrean terjadi karena kepanikan masyarakat.
Pihak kepolisian menghimbau masyarakat agar tidak merasa panik karena stok BBM masih banyak dan aman.
Diketahui bahwa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan bahkan telah melampaui standar minimal cadangan nasional.
Menurut Bahlil, kapasitas daya tampung cadangan BBM Indonesia selama ini masih terbatas, yakni maksimal sekitar 25 hari. Namun demikian, cadangan BBM nasional saat ini tetap berada dalam kisaran aman.
“Saya sampaikan bahwa kemampuan daya tampung BBM kita sudah sejak lama hanya maksimal di 25 hari, maksimal. Sehingga cadangan nasional kita itu minimal 20 sampai 23 hari. Sekarang BBM kita itu sudah 23 hari. Jadi sudah di atas standar minimal cadangan nasional yang sebagaimana lazimnya,” ujar Bahlil dalam keterangannya kepada awak media di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto, Rabu (04/03/2026) seperti dilansir Setneg.go.id.
ARKAMEDIA melaporkan situasi ini terus dipantau, sementara aparat kepolisian mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang belum tentu kebenarannya.
(Red)

