SERDANG BEDAGAI, ARKAMEDIA– Pihak SMKN 1 Sei Rampah bersama SPPG Sei Rampah menyampaikan klarifikasi resmi terkait video viral di media sosial yang memperlihatkan temuan cacing dan ulat pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Januari 2026 dan kembali menjadi perhatian publik setelah diunggah ke media sosial.
Wakil Kepala Sekolah SMKN 1 Sei Rampah, Yunita Elmida, yang juga pemilik akun Facebook Emilda Yunita, menyampaikan permohonan maaf atas unggahan video yang dipublikasikan pada Januari lalu hingga viral di media sosial.
“Saya meminta maaf atas video yang saya unggah di media sosial Facebook atas nama Emilda Yunita pada 26 Februari yang kemudian viral mengenai temuan makanan yang terdapat cacing dan ulat pada menu MBG di SMKN 1 Sei Rampah,” ujar Yunita dalam pernyataan klarifikasinya, kepada ARKAMEDIA, Kamis (26/2/2026).
Ia menegaskan bahwa tujuan awal pengunggahan video tersebut semata-mata untuk menyampaikan evaluasi kepada pihak penyedia makanan agar kualitas menu MBG dapat lebih baik dan higienis ke depannya.
“Video itu hanya bertujuan untuk menyampaikan kepada pihak SPPG agar ke depan menu MBG bisa lebih bagus dan lebih bersih,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, seorang guru yang turut berada dalam video tersebut juga menyampaikan permohonan maaf serta apresiasi terhadap program MBG yang telah berjalan. Ia menyampaikan terima kasih kepada Prabowo Subianto atas inisiasi program tersebut.
“Kami mohon maaf atas kegaduhan yang terjadi. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo atas program MBG ini. Program ini sangat membantu siswa kami untuk mendapatkan makanan bergizi secara gratis,” ujarnya.
Guru tersebut berharap program MBG dapat terus berjalan dengan kualitas yang semakin baik dan profesional.
Sementara itu, pihak SPPG Sei Rampah menyampaikan permohonan maaf atas temuan tersebut. Pihaknya mengakui adanya kelalaian dalam proses distribusi makanan pada saat kejadian.
“Kami atas nama Kepala SPPG Sei Rampah memohon maaf atas video yang viral terkait temuan cacing dan ulat pada menu MBG. Kami mengakui adanya kesalahan dan kelalaian pada saat itu, khususnya dalam distribusi makanan kepada pihak sekolah,” ujar Kepala SPPG Sei Rampah, Rico Hartono Hutagaol.
SPPG menegaskan telah melakukan evaluasi internal serta berkomitmen memperketat pengawasan kualitas bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami berterima kasih atas masukan yang diberikan. Ke depan, kami akan melakukan perbaikan dan evaluasi menyeluruh agar pelayanan semakin optimal,” tutupnya.
Dengan adanya klarifikasi dari kedua belah pihak, diharapkan polemik yang berkembang di media sosial dapat diluruskan serta menjadi bahan evaluasi bersama demi menjaga kualitas dan keamanan pangan bagi para siswa. Program MBG diharapkan tetap berjalan sesuai regulasi dan standar kesehatan demi mendukung pemenuhan gizi peserta didik secara berkelanjutan.
(Red)

